BI Proyeksikan Penjualan Ritel Tumbuh 7,9% pada Januari 2026, Waspadai Inflasi

- Selasa, 10 Februari 2026 | 12:20 WIB
BI Proyeksikan Penjualan Ritel Tumbuh 7,9% pada Januari 2026, Waspadai Inflasi

MURIANETWORK.COM - Survei terbaru Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan positif untuk penjualan ritel pada Januari 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, secara bulanan, terjadi penurunan yang dipicu oleh normalisasi konsumsi pasca liburan Natal dan Tahun Baru. Proyeksi ini juga diiringi dengan perkiraan peningkatan tekanan inflasi pada triwulan pertama dan kedua tahun 2026.

Proyeksi Pertumbuhan Tahunan yang Kuat

Berdasarkan survei yang dirilis, Indeks Penjualan Riil (IPR) untuk Januari 2026 diperkirakan akan tumbuh sebesar 7,9 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini menunjukkan optimisme terhadap daya beli masyarakat dalam jangka panjang. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh performa yang solid dari beberapa kelompok barang.

Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang menjadi penyokong utama proyeksi pertumbuhan ini. Hal ini mengindikasikan bahwa pengeluaran masyarakat masih mengarah pada kebutuhan primer dan hiburan.

Kontraksi Bulanan Pascamusim Liburan

Meski cerah secara tahunan, gambaran bulanan menunjukkan pola yang berbeda. Secara bulan-ke-bulan, penjualan eceran pada Januari 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 0,6 persen. Kontraksi ini merupakan fenomena wajar yang kerap terjadi setelah puncak belanja selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Namun, ada secercah optimisme dalam data ini. Kontraksi yang diproyeksikan untuk Januari 2026 ternyata jauh lebih rendah dibandingkan dengan realisasi kontraksi pada Januari 2025 yang mencapai 4,7 persen. Perbedaan ini dapat menjadi sinyal bahwa pemulihan konsumsi pasca-liburan berlangsung lebih cepat tahun ini.

Kinerja Gemilang di Akhir Tahun 2025

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar