Pajak Domestik Dinilai Hambat Produksi Emas Nasional Bertahan di 100 Ton

- Minggu, 08 Februari 2026 | 09:00 WIB
Pajak Domestik Dinilai Hambat Produksi Emas Nasional Bertahan di 100 Ton

Nah, untuk mendongkrak permintaan itulah, pengembangan ekosistem emas nasional digaungkan. Salah satu bentuknya adalah melalui pembentukan bullion bank. Lembaga ini diharapkan bisa jadi penggerak, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata.

"Semoga dengan adanya bullion bank dan pengembangannya, dampak positif emas bagi Indonesia bisa lebih optimal,"

harap Ferdian.

Gagasan bullion bank sendiri sudah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sambutan dari pelaku industri pun terbilang hangat. Mereka melihat langkah ini sebagai terobosan strategis untuk memperkuat fondasi ekosistem sekaligus menopang sistem keuangan.

Pendapat senada datang dari Sandra Sunanto, Dirut PT Hartadinata Abadi. Baginya, kehadiran bullion bank punya nilai ekonomi yang luar biasa, apalagi mengingat Indonesia adalah produsen emas besar.

"Ini hal penting untuk membangun ekosistem kuat di negara kita. Supaya emas tidak beredar ke luar, tetap di pasar domestik untuk memperkuat ekonomi. Bullion bank ini juga sangat mendukung sistem keuangan kita,"

tutur Sandra.

Jadi, jalan menuju optimalisasi produksi emas nasional ternyata berliku. Butuh penyesuaian aturan, terutama pajak, dan juga terobosan institusi seperti bullion bank untuk memacu permintaan. Semua saling terkait. Tinggal menunggu, apakah langkah-langkah ini bisa membawa angin segar bagi industri emas dalam negeri.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar