"Rp60 juta juga sudah cukup tinggi ya. Karena kan selama menunggu tanamannya tumbuh itu, sawitnya tumbuh, mereka kan bisa menanami komoditi lain kan. Yang kemarin kita sarankan kan padi, jagung gitu ya, itu kan bisa menghasilkan pendapatan juga," tuturnya.
Lalu, bagaimana jika di lapangan masih ada kendala teknis atau regulasi yang mentok? Dida memastikan semua masalah akan diangkat ke tingkat pusat. Satgas P2SW yang melibatkan Menko Perekonomian dan Menkeu siap jadi tempat eskalasi.
Sebagai langkah pembuka di awal tahun, BPDP baru saja meluncurkan penyaluran PSR Tahap I pada 29 Januari lalu. Program ini menjangkau lahan seluas 5.682 hektare yang tersebar di 11 provinsi. Riau jadi penyumbang lahan terbesar, dengan luas mencapai 1.825,7 hektare.
Beberapa catatan dari tahap awal ini? Lembaga Penyalur yang terlibat ada 42, sebagian besar melalui jalur kedinasan. BPDP juga menggandeng 10 bank untuk memperkuat akuntabilitas dan mempercepat cairnya dana.
Ke depan, targetnya adalah mendorong realisasi hingga 50.000 hektare. Caranya? Dengan menggenjot koordinasi antar kementerian dan lembaga. Semua pihak diminta bergerak cepat.
Artikel Terkait
Gelandang Persija Kritik Kondisi Lapangan JIS Usai Raih Dua Hasil Imbang
Inspirasi Ucapan Idul Fitri 2026 Jelang Perayaan 21 Maret
Trump Desak China Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Ancam Tunda Pertemuan dengan Xi
Warga Bekasi Jalani Puasa dengan Jadwal Imsak Berbeda antara Kabupaten dan Kota