Paris diselimuti putih. Di hari Senin itu, butiran salju turun tak terduga, mengubah ibu kota Prancis itu jadi semacam lukisan hidup. Menara Eiffel, Taman Tuileries, sampai Palais Royal semuanya dibungkus oleh lapisan putih yang beku.
Wisatawan dan warga lokal pun terpana. Banyak yang langsung mengeluarkan ponsel, tak mau melewatkan momen langka ini. Suasana liburan musim dingin tiba-tiba terasa lebih ajaib. Paris, yang biasanya basah oleh gerimis, kini bagai kartu pos musim dingin yang sempurna.
Namun begitu, di balik keindahannya, ada peringatan serius. Menurut lembaga cuaca setempat, Météo-France, kondisi ini bahkan tergolong berbahaya. Mereka sudah mengeluarkan alarm untuk Paris dan kawasan barat laut, waspada terhadap salju dan lapisan es yang licin. Prakiraannya, cuaca ekstrem ini masih akan bertahan sampai Rabu besok.
Dampaknya langsung terasa. Penerbangan jadi korban utama.
Kedua bandara utama Paris, Charles de Gaulle dan Orly, terpaksa memangkas jadwal. Jumlah penerbangan yang bisa beroperasi dipotong sampai 15 persen. Bisa dibayangkan, pasti ada banyak penumpang yang terjebak dan jadwal yang berantakan.
Jadi, di satu sisi ada keajaiban visual yang memukau. Di sisi lain, rutinitas kota sedikit terganggu. Itulah Paris di awal Januari ini: indah, tapi tak bisa ditebak.
Artikel Terkait
Kebijakan Tarif Baru Trump Berpotensi Hadapi Gugatan Hukum
Indonesia Minta AS Pertahankan Tarif Nol Persen untuk Ekspor Unggulan
Presiden Prabowo Umumkan Kesepakatan Dagang Indonesia-AS di Washington
Indonesia Minta Tarif Nol Persen untuk Ekspor Unggulan Tetap Berlaku di Tengah Kebijakan AS