PT Foods Beverages Indonesia, atau F&B ID, punya ambisi yang jelas: mereka ingin menghadirkan cita rasa dari seluruh dunia ke sini, ke Indonesia. Tapi bukan sekadar mencomot konsep begitu saja. Ritel makanan dan minuman di bawah Kawan Lama Group ini berusaha keras mengkurasi dan menyajikannya agar pas dengan selera dan gaya hidup kita di sini. Nah, pendekatan lokal ini jadi fondasi utama mereka untuk tumbuh dalam jangka panjang.
Di tahun 2025 ini, berbagai langkah strategis mereka mulai terlihat. Devin Widyakrisnadi, sang CEO, menegaskan hal itu.
“Sepanjang 2025, F&B ID terus membawa cita rasa global ke lebih banyak daerah untuk menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” ujarnya.
“Setiap perluasan jaringan kami lakukan dengan terukur. Konsistensi rasa, standar produk, dan pengalaman pelanggan harus terjaga. Harapannya, kualitas yang sama bisa dirasakan konsumen di mana saja, dari Aceh sampai Papua.”
Portofolio merek mereka sebelumnya sudah cukup dikenal: ada Chatime, Chatime Atealier, Cupbop, Gindaco, dan Go! Go! CURRY. Tapi Mei lalu, mereka resmi meluncurkan brand keenam, 88 SEOUL. Lewat 88 SEOUL, F&B ID masuk ke segmen restoran full-service dengan menyajikan hidangan rumahan Korea yang autentik disajikan di atas nampan, persis seperti di sana.
Soal keaslian rasa, mereka tak main-main. F&B ID menggandeng Chef Lim Jong Bin, atau Chef JB, seorang chef bersertifikasi asli Korea Selatan. Gerai pertamanya dibuka di Central Park Mall, dan kemudian menyusul di Living World Alam Sutera pada Oktober. Rencananya, ekspansi gerai akan berlanjut secara bertahap di tahun 2026.
Di sisi lain, mereka juga terus memperkuat posisi Chatime. Minuman brewed tea asal Taiwan itu sudah lama berubah jadi minuman kekinian di sini. Sepanjang tahun ini, jangkauannya makin luas. Chatime bahkan sudah sampai ke Sorong dan Jayapura di Indonesia Timur. Kota-kota seperti Palangkaraya, Batulicin, dan Palu juga baru merasakan kehadiran Chatime untuk pertama kalinya.
Yang menarik, mereka punya strategi lain: menggabungkan gerai Chatime dengan Cupbop. Jadi, dalam satu tempat, pelanggan bisa menikmati kesegaran teh Chatime sekaligus street food Korea dari Cupbop. Cukup praktis, dan pengalaman makannya jadi lebih kaya.
Tak hanya fokus pada Korea, F&B ID juga memperkuat portofolio kuliner Jepangnya. Lewat Go! Go! CURRY, mereka membawa kari autentik khas Kanazawa ke lebih banyak lokasi seperti Makassar dan Semarang. Di Jakarta, kehadirannya juga diperluas ke beberapa mall ternama.
Sementara itu, Gindaco hadir untuk memuaskan penggemar takoyaki. Tahun ini mereka pertama kali buka di Semarang, dan menambah gerai di beberapa titik di Jakarta. Menariknya, di tiga lokasi tersebut, Gindaco hadir berdampingan dengan Go! Go! CURRY. Jadi, pengunjung bisa menikmati dua hidangan Jepang yang berbeda dalam satu kunjungan.
Memasuki 2026, F&B ID sudah menyiapkan sejumlah inisiatif baru. Ekspansi akan tetap dilakukan, tapi dengan prinsip utama: menjaga standar kualitas dan konsistensi di setiap gerai. Semua itu bagian dari upaya mereka membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang di industri kuliner Indonesia yang semakin dinamis ini.
Artikel Terkait
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Multinasional di Gaza
Ekonomi AS Melambat Tajam ke 1,4% di Kuartal IV-2025, Shutdown Jadi Beban Utama
Menteri Keuangan AS Sebut Penutupan Pemerintah Sebabkan Perlambatan Ekonomi Kuartal IV-2025
Meta Siapkan Smartwatch Pertama, Rencana Rilis Akhir 2026