Senin kemarin, pasar-pasar tradisional tampak ramai seperti biasa. Tapi bagi yang jeli, ada sesuatu yang berbeda di beberapa lapak. Harga sejumlah bahan pokok, terutama beras dan minyak goreng, terpantau merangkak naik di awal pekan ini, 5 Januari 2026. Kenaikan itu cukup terasa dibanding hari-hari sebelumnya.
Data dari Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) mencatat pergerakan yang beragam. Bawang putih, misalnya, harganya naik 1,73 persen ke level Rp41.050 per kilogram. Berbeda dengan saudaranya, bawang merah justru turun tipis 0,2 persen menjadi Rp51.150 per kg.
Nah, komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan adalah beras. Hampir semua kualitas mengalami eskalasi harga, meski dengan persentase yang bervariasi. Beras medium I naik cukup signifikan, 1,89 persen menjadi Rp16.200 per kg. Sementara beras kualitas bawah I dan II masing-masing naik sekitar 1 persen, menjadi Rp14.550 dan Rp14.500 per kg. Hanya beras super I yang bertahan di angka Rp17.100 per kg.
Untungnya, ada juga kabar baik dari rak cabai. Harga cabai merah besar anjlok cukup dalam, turun 16,55 persen ke Rp40.850 per kg. Cabai rawit merah juga ikut membaik dengan penurunan 10,75 persen. Tapi hati-hati, cabai rawit hijau justru naik sedikit, 0,63 persen, jadi Rp64.100 per kg.
Di sisi lain, harga daging-dagingan justru menunjukkan tren positif bagi konsumen. Daging ayam ras segar turun 3,62 persen, sementara daging sapi kualitas I dan II juga mengalami penurunan masing-masing 2 persen dan 1,71 persen. Gula pasir premium pun ikut turun 1,52 persen.
Tapi rileksnya tak berlangsung lama. Pasalnya, minyak goreng justru menunjukkan tren sebaliknya. Minyak goreng curah melonjak 5,57 persen menjadi Rp19.900 per liter. Minyak kemasan bermerek juga ikut-ikutan naik, berkisar di kenaikan 2 persenan. Kenaikan ini tentu jadi perhatian, mengingat minyak goreng adalah barang yang paling sering disentuh ibu-ibu rumah tangga setiap harinya.
Terakhir, harga telur ayam ras segar sedikit melandai, turun 0,91 persen menjadi Rp32.700 per kg. Begitulah gambaran dinamika harga pangan di awal tahun. Naik turun memang biasa, tapi kenaikan di komoditas inti seperti beras dan minyak selalu punya dampak yang lebih luas ke kantong masyarakat.
Artikel Terkait
Indonesia Minta AS Pertahankan Tarif Nol Persen untuk Ekspor Unggulan
Presiden Prabowo Umumkan Kesepakatan Dagang Indonesia-AS di Washington
Indonesia Minta Tarif Nol Persen untuk Ekspor Unggulan Tetap Berlaku di Tengah Kebijakan AS
Menkumham Yusril Kecam Keras Penganiayaan Remaja oleh Oknum Brimob di Maluku