AI dan Tutupnya Cabang: 200 Ribu Pekerjaan Bank Eropa Terancam Hilang

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 19:00 WIB
AI dan Tutupnya Cabang: 200 Ribu Pekerjaan Bank Eropa Terancam Hilang

Gelombang perubahan besar sedang mengintai sektor perbankan Eropa. Analis dari Morgan Stanley memproyeksikan, hingga tahun 2030 mendatang, sekitar 200 ribu pekerjaan di sektor ini akan hilang. Angka itu tak main-main setara dengan sepuluh persen dari total tenaga kerja di 35 bank terbesar di benua itu.

Lantas, apa pemicunya? Dua hal utama: derasnya adopsi kecerdasan buatan dan tren penutupan cabang fisik yang kian masif. Pergeseran ini bakal mengubah wajah industri perbankan secara fundamental.

Menurut laporan yang dilansir Tech Crunch awal Januari lalu, area yang paling terpukul adalah operasi back-office, manajemen risiko, dan kepatuhan. Bagian-bagian ini memang jarang jadi sorotan, tapi justru jadi tulang punggung operasional bank. Di sinilah algoritma AI dianggap unggul, mampu mengolah data dan spreadsheet dengan kecepatan serta akurasi yang sulit ditandingi manusia.

Morgan Stanley bahkan menyebut, efisiensi bank-bank Eropa bisa melonjak hingga 30 persen jika mereka serius mengalihkan sejumlah pekerjaan ke sistem otomatis. Potensi penghematan biaya yang besar inilah yang mendorong banyak lembaga keuangan untuk bertindak.

Beberapa bank sudah tak sabar mengeksekusi rencana ini. Ambil contoh ABN Amro asal Belanda. Bank tersebut secara terbuka mengumumkan niatnya untuk memangkas seperlima dari total stafnya sebelum tahun 2028 berakhir.

Namun begitu, fenomena ini ternyata bukan cuma masalah Eropa. Di seberang Atlantik, raksasa keuangan Goldman Sachs juga sudah memberi peringatan serupa. Nasib yang kurang lebih sama diperkirakan akan menimpa tenaga kerja perbankan di Amerika Serikat.

Jadi, ini jelas bukan sekadar isu lokal. Gelombang transformasi digital, dengan AI sebagai ujung tombaknya, mulai menunjukkan dampak nyatanya dan ribuan karyawan harus bersiap.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar