Percikan di Botol Sampanye Picu Malapetaka di Bar Swiss, 40 Tewas

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 03:15 WIB
Percikan di Botol Sampanye Picu Malapetaka di Bar Swiss, 40 Tewas

Asap sudah sirna, tapi duka masih pekat di Crans Montana. Resor ski Swiss yang biasanya ramai dengan tawa itu kini berubah jadi lokasi duka. Kebakaran hebat di sebuah bar pada pesta Tahun Baru, Kamis dini hari, menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai 119 lainnya. Setelah penyelidikan, penyebabnya terungkap: sebuah kembang api sederhana yang memicu malapetaka.

Beatrice Pilloud, Kepala Kejaksaan Valais, membeberkan kronologinya. Ternyata, percikan api dari kembang api yang dipasang di botol sampanye menjadi biang keladi. Percikan itu mengenai langit-langit bar yang ini yang jadi masalah dilapisi busa. Material itu langsung menyulut api, yang kemudian menjalar dengan cepat ke seluruh ruangan.

"Saat ini kami berasumsi, kebakaran disebabkan oleh percikan api yang terpasang pada botol sampanye yang terlalu dekat dengan langit-langit," kata Pilloud.

Pernyataan itu disampaikannya setelah timnya mengumpulkan bukti-bukti awal di lokasi kejadian. Mereka juga sudah memeriksa dua manajer bar asal Prancis dan sejumlah korban selamat untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.

Di sisi lain, penyelidik juga mendalami apakah pemasangan busa di langit-langit itu sudah mematuhi aturan keselamatan atau belum. Ini poin kritis yang masih digali. Pilloud menegaskan agar publik tidak terburu-buru menyimpulkan. "Sangat penting agar kita tidak membuat asumsi apa pun, biarkan kami melakukan tugas kami," ujarnya.

Soal kembang api, Pilloud mendeskripsikannya mirip lilin ulang tahun yang bisa memancarkan api. Barang itu, katanya, mudah didapat oleh siapa saja. "Kita semua bisa (dengan mudah) mendapatkannya," tuturnya. Pertanyaan lain yang mengemuka: amankah menggunakan benda semacam itu di dalam ruangan tertutup? Itu juga sedang diteliti.

Sementara angka korban terus bergulir. Mathias Reynard, kepala wilayah Valais, mengonfirmasi setidaknya 40 orang meninggal. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Italia sempat menyebut angka 47. Memang, banyak warga Italia yang menjadi korban dalam tragedi ini.

Reynard menambahkan, 119 orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka bukan hanya warga Swiss, tapi juga berasal dari berbagai negara di Eropa.

Proses identifikasi korban pun berjalan pelan. Frederic Gisler, pejabat kepolisian Swiss, menyebut 113 dari 119 korban luka sudah berhasil diidentifikasi. Enam lainnya masih dalam proses. Meski namanya sudah diketahui, kewarganegaraan sebagian korban masih belum pasti.

Dari yang sudah terdata, komposisinya beragam: 71 warga Swiss, 14 warga Prancis, 11 warga Italia, 4 warga Serbia. Lalu masing-masing satu orang dari Bosnia, Belgia, Luksemburg, Polandia, dan Portugal.

Namun begitu, masih ada 14 korban yang kewarganegaraannya belum diketahui. Sebuah tugas berat yang masih menanti para penyelidik di tengah suasana duka yang menyelimuti pegunungan Alpen itu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar