Pelni Dapat Mandat dan Subsidi Rp2,97 Triliun untuk Layani Daerah 3T

- Jumat, 02 Januari 2026 | 11:00 WIB
Pelni Dapat Mandat dan Subsidi Rp2,97 Triliun untuk Layani Daerah 3T

Di Kantor Kementerian Perhubungan, sebuah penandatanganan penting baru saja rampung. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni resmi mendapat mandat dari pemerintah untuk tahun 2026. Tugasnya cukup besar: mengoperasikan 25 kapal penumpang, ditambah 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 8 trayek tol laut, dan satu trayek khusus untuk kapal ternak.

Nah, dengan penugasan sebesar itu, tentu butuh dukungan pendanaan. Pemerintah pun menyiapkan subsidi Public Service Obligation (PSO) senilai Rp2,97 triliun. Rinciannya begini: alokasi terbesar, Rp2,78 triliun, dikhususkan untuk kapal penumpang. Lalu, ada Rp135 miliar untuk subsidi tol laut, Rp48,5 miliar untuk kapal rede, dan Rp13 miliar untuk operasi kapal ternak.

Menurut Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni, Nuraini Dessy, momen penandatanganan terpadu ini adalah langkah strategis. Fondasi untuk menjaga layanan transportasi laut yang merata, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3TP).

"Penugasan ini jadi fondasi penting bagi Pelni," ujar Dessy.

"Komitmen kami adalah menghadirkan layanan angkutan laut kelas ekonomi yang terjangkau, dengan standar keselamatan dan pelayanan yang baik untuk masyarakat."

Penandatanganan itu sendiri mencakup beberapa dokumen sekaligus. Selain PSO untuk penumpang, juga ada perjanjian pengoperasian kapal rede, subsidi kapal ternak, dan layanan angkutan barang dengan tarif terjangkau. Untuk ketiga poin terakhir, tandatangannya berasal dari Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Kokok Susanto, bersama perwakilan dari Satker Pusat.

Kokok Susanto sendiri melihat ini dari sisi lain. Baginya, dukungan untuk kapal ternak dan barang ini punya dampak yang lebih luas, langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.

"Ini bukan cuma soal angkutan penumpang," kata Kokok.

"Subsidi angkutan barang membantu menjaga stabilitas harga di wilayah 3TP. Sementara kapal ternak mendistribusikan hewan secara aman antar pulau, yang pada akhirnya ikut menjaga harga daging agar tidak melonjak."

Jadi, lewat penugasan dan subsidi triliunan rupiah ini, Pelni ditantang untuk menjaga konektivitas negeri kepulauan. Tantangannya nyata, mulai dari lautan hingga ke meja makan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar