Lima hari setelah hiruk-pikuk Natal dan tahun baru 2026, jalanan mulai ramai lagi oleh pemudik yang kembali merantau. Banyak yang naik mobil pribadi. Nah, setelah menempuh perjalanan jauh itu, muncul pertanyaan: perlukah mobil dibawa ke bengkel untuk dicek, meski perawatannya rutin?
Menurut Endy, Service Advisor di Suzuki Buana Trada Pulogadung, jawabannya adalah iya. Dia menyarankan agar pemilik membawa kendaraannya ke bengkel resmi untuk pemeriksaan teknis yang menyeluruh. Tujuannya sederhana: agar setiap komponen diperiksa dengan detail.
"Disarankan untuk melakukan pemeriksaan kembali, ya. Makanya itu ada pemeriksaan sebelum perjalanan dan pemeriksaan setelah perjalanan karena mobilnya baru saja istilahnya dipakai sangat kerja keras,"
ujar Endy saat ditemui di Jakarta Timur belum lama ini.
Dia menjelaskan, gaya berkendara saat mudik jelas berbeda dengan harian. Perubahan ini memberi tekanan ekstra pada hampir semua bagian mobil, mulai dari mesin, rem, sampai suspensi.
"Misalnya mobil sehari-hari dipakai cuma 20 kilometer, tetapi ini jadi ratusan kilometer sekali perjalanan. Itu kan sudah pasti kondisi stres komponen berbeda. Mesin lebih kerja keras daripada biasanya, kemudian kinerja rem,"
katanya.
Durasi pemakaiannya juga lebih lama. Belum lagi muatannya yang seringkali penuh, baik penumpang maupun barang bawaan.
"Mudik biasanya di tempat tujuan mobilnya dipakai untuk jalan-jalan artinya sering bermobilitas. Belum nanti misalnya kondisi jalan yang dilalui banyak tanjakan atau turunan tajam, kontur jalannya banyak yang rusak, muatan mobilnya banyak diisi keluarga,"
terang Endy.
Karena itulah, pemeriksaan pasca-mudik penting untuk mendeteksi hal-hal kecil yang mungkin terlewat.
"Jadi disarankan untuk melakukan pemeriksaan, apakah ada rembes atau kebocoran. Kadang selama perjalanan atau biasanya di tol saat kecepatan tinggi pemilik suka tidak sadar ada bagian komponen yang kontak dengan benda asing,"
jelasnya.
Pengalaman Endy menunjukkan, banyak mobil yang sebenarnya masih baik-baik saja setelah mudik. Tapi tak sedikit pula pelanggan yang meminta ganti oli mesin, meski belum waktunya. Permintaan yang ternyata masuk akal.
Pendapat serupa datang dari Sendi Syarifudin, Service Advisor Astrido Toyota Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Menurutnya, pertimbangan ganti oli pasca-mudik terkait waktu kerja mesin yang jauh lebih panjang.
"Pertama fungsinya untuk mengembalikan (mobil) dalam kondisi prima. Kedua, chemical itu kerjanya berkali-kali lipat. Contoh oli mesin yang normal kita perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain misal dasarnya 6 jam, saat mudik bisa sampai 18 jam bahkan tembus sampai 24 jam. Saat itu mesin kerja chemical lebih ekstra,"
katanya.
Alasannya jelas. Perjalanan jauh tak melulu berarti mobil melaju. Seringkali, waktu banyak terbuang dalam kemacetan, antrean, atau saat beristirahat di rest area dengan mesin dan AC tetap menyala. Itu semua memberatkan mesin.
Lalu, bagaimana dengan komponen keras seperti shockbreaker? Sendi bilang, ini lebih situasional. Tidak semua harus langsung diperiksa mendalam, karena umur pakainya bervariasi.
“Contoh kalau usia mobil di bawah 3 tahun, atau di bawah 5 tahun itu bisa dipastikan masih aman, tapi kalau mobil-mobil yang sudah berumur, maaf yang sengaja mudik dalam kondisi darurat, itu mesti (masuk) sektor pemeriksaan juga,”
pungkasnya.
Jadi, intinya sederhana. Setelah mobil "dipaksa kerja keras" selama mudik, memberinya waktu untuk pemeriksaan singkat di bengkel terpercaya bukanlah ide yang buruk. Lebih baik aman, bukan?
Artikel Terkait
Istri Gerebek Pegawai BUMN di Hotel Tuban Saat Suami Klaim Lembur
Pengamat Peringatkan Potensi Beban Ekonomi dari Perluasan Aturan Kawasan Tanpa Rokok DKI
Harmoni Imlek Nusantara Dibuka dengan Sorotan Kolaborasi Kreatif Indonesia-Korea
Tiket Mudik Lebaran 2026 Ludes 1,62 Juta, Okupansi Kereta Capai 42%