Manchester United Women tampaknya tak mau buang-buang waktu. Menjelang dibukanya jendela transfer Januari 2026, mereka sudah bergerak cepat dengan mendatangkan dua pemain baru. Langkah agresif ini jelas menarik perhatian, mengingat di musim-musim sebelumnya dana untuk tim wanita tak semelimpah ini.
Yang pertama adalah Hanna Lundkvist. Bek kanan asal Swesia itu resmi berseragam Setan Merah per 27 Desember lalu, dengan kontrak mengikatnya hingga pertengahan 2029. Di usianya yang baru 23 tahun, Lundkvist sudah punya segudang pengalaman. Ia menjadi pilar utama timnas Swedia di Euro Wanita 2025 dan total sudah tampil 17 kali untuk negaranya. Jejak klubnya pun cukup mentereng, pernah membela Atletico Madrid dan Hammarby sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Inggris.
Namun, gebrakan sesungguhnya datang dua hari kemudian. Manchester United berhasil memboyong striker andalan Jerman, Lea Schüller. Sama seperti Lundkvist, ia juga dikontrak selama tiga setengah tahun. Namanya bukan main-main di sepak bola wanita Eropa. Selama membela Bayern Munich, Schüller mencetak 103 gol! Kontribusinya selama lima tahun di sana sangat besar, membantu klub meraih empat gelar liga, dua Supercup, dan satu DFB Pokal. Sungguh rekrutan yang menggiurkan.
Selain kedatangan dua nama besar itu, MU juga mengamankan masa depan Hinata Miyazawa. Gelandang kreatif asal Jepang itu diperpanjang kontraknya hingga Juni 2029.
Lalu, apa sebenarnya yang sedang dikejar Manchester United Women? Agaknya, ambisi mereka kini jauh lebih besar.
Momentum yang Ingin Dijaga
Musim 2025/26 ini memang istimewa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tim besutan Marc Skinner itu lolos ke fase grup Liga Champions Wanita. Bahkan, mereka berhasil melangkah lebih jauh ke babak play-off, di mana nantinya akan berjumpa dengan Atletico Madrid.
Di kancah domestik, situasinya juga cukup menjanjikan. Posisi keempat di klasemen Liga Inggris dan tiket ke semifinal Piala Liga masih terbuka lebar. Meski terpaut sembilan poin dari Chelsea yang memimpin, peluang itu tetap ada.
Nah, momentum inilah yang sepertinya memicu klub untuk berinvestasi lebih. Mereka tak ingin sekadar jadi peserta yang numpang lewat di Liga Champions. Mereka ingin bersaing, dan untuk itu dibutuhkan skuad yang dalam dan berkualitas.
Marc Skinner sendiri sudah beberapa kali mengeluhkan soal kedalaman tim. Dia merasa butuh lebih banyak pilihan pemain untuk menghadapi padatnya jadwal dan tinggi level persaingan.
"Ini bukan soal kualitas pemain yang ada," tegas Skinner dalam sebuah wawancara dengan OneFootball pertengahan Desember lalu.
"Ini murni soal kedalaman tim. Kami akan menghadapi pertandingan Liga Champions, lalu lanjut lawan Spurs, kemudian kembali lagi ke Liga Champions, dan setelah itu ada laga perempat final. Intensitasnya sangat tinggi, dan kami harus siap."
Jelas sekali. Dengan kedatangan Lundkvist dan Schüller, plus perpanjangan kontrak Miyazawa, MU Women sedang menyiapkan senjata. Mereka tak hanya ingin bertahan di papan atas, tapi mungkin saja, mengincar gelar.
Artikel Terkait
Kemenkeu Bantah Hoaks Penggeledahan Rumah Pejabat Pajak oleh Kejagung
OJK Peringatkan Sanksi Berat untuk Jual Beli Rekening Bank
Ketua MACC Siap Buka Dokumen Pribadi untuk Tim Investigasi Khusus
Libur Imlek Dongkrak Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh