Era mobil dengan transmisi manual perlahan tapi pasti mulai memudar. Kabar terbaru datang dari Honda, yang disebut-sebut akan menghentikan penjualan Brio RS versi manual mulai tahun depan.
Informasi ini pertama kali beredar dari mulut ke mulut di kalangan dealer. Seorang tenaga penjual Honda mengaku, mulai 2026, Brio RS hanya akan tersedia dalam varian otomatis.
“Honda Brio RS manual nggak dijual lagi tahun depan, jadi hanya satu tipe, otomatis saja. Kalau Satya masih ada,” ujarnya, Senin lalu.
Rupanya, kabar tersebut bukan sekadar rumor. Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), membenarkan bahwa minat terhadap Brio RS manual memang sedang merosot tajam.
”Sekarang ini, khususnya di kota besar seperti Jakarta, sangat kecil sekali permintaannya,” jelas Billy pada Selasa (30/12/2025).
Data penjualan selama sebelas bulan pertama 2025 berbicara lebih jelas. Dari hampir 3.000 unit Brio RS yang didistribusikan, versi manual hanya menyumbang 270 unit saja. Itu artinya, porsinya tak sampai 10 persen. Mayoritas pembeli jelas lebih memilih transmisi otomatis atau CVT.
Fenomena serupa sebenarnya juga terlihat pada varian yang lebih terjangkau, Brio Satya. Meski secara total penjualannya jauh lebih tinggi, trennya sama: konsumen lebih memilih yang otomatis. Dari total penjualan seluruh lini Brio tahun ini, hanya sekitar 29 persen yang masih setia dengan gigitan kopling dan tuas persneling.
Namun begitu, Billy enggan menyebut keputusan final telah diambil. Ia menegaskan, semua kebijakan produksi akan selalu mengikuti permintaan pasar.
”Produksi dan pengiriman Honda Brio RS manual juga disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan konsumen,” pungkasnya.
Jadi, meski belum ada pengumuman resmi 'pemberhentian', angin yang berhembus sudah cukup terasa. Transmisi manual, setidaknya untuk model tertentu di kota besar, tampaknya kian tersingkir oleh kemudahan dan kepraktisan.
Rincian Distribusi Honda Brio (Jan-Nov 2025)
- Brio RS: MT 270 unit | CVT 2.678 unit | Total: 2.948 unit
- Brio Satya: S MT 1.182 unit | E MT 7.683 unit | E CVT 19.255 unit | Total: 28.120 unit
Artikel Terkait
Kementan Pacu Diversifikasi Jagung untuk Industri Pangan, Dukung Swasembada 2026
Kartu Merah Kalulu Picu Kontroversi, Inter Milan Taklukkan Juventus 3-2
Herdman: Piala AFF 2026 Batu Loncatan Penting Menuju Piala Asia 2027
Tembok Bangunan Mewah Roboh Timpa SMPN 182 Jakarta, Tak Ada Korban Jiwa