Laporan dari Base Ops Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12) – Kondisi jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Sumatera yang terdampak bencana mulai menunjukkan perbaikan signifikan. Menko PMK Pratikno menyatakan, setidaknya jaringan di 14 kabupaten dan kota sudah kembali berfungsi normal.
“Sedangkan terkait telekomunikasi, jaringan telah kembali normal di 14 kabupaten/kota,” jelas Pratikno.
Namun begitu, untuk daerah-daerah yang masih gelap sinyal, pemerintah punya solusi darurat. “Untuk daerah yang belum pulih, ditambahkan Starlink. Kami saat ini menambahkan 280 unit dan bersamaan dengan itu percepatan pemulihan jaringan komunikasi terus dilakukan,” tambahnya.
Pernyataan ini disampaikan Pratikno sembari memaparkan perkembangan pemulihan layanan dasar lainnya. Listrik dan air bersih jadi fokus utama di samping komunikasi.
“Terkait isu listrik, air, dan jaringan komunikasi. Terkait listrik, pengiriman genset, mobil penjernih air, truk tangki, sumur siap pakai, toilet darurat, dan berbagai alat lainnya terus ditambahkan serta diperluas pengoperasiannya,” ujar dia.
Percepatan pemulihan ini ternyata berjalan dengan fase yang berbeda-beda di tiap wilayah. Menurut Pratikno, tujuh kabupaten/kota sudah bisa beralih ke fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Artinya, proses pemulihan jangka panjang mulai digarap.
Tapi di sisi lain, masih banyak daerah yang bertahan di status tanggap darurat. Di Aceh saja, sebelas kabupaten/kota masih memperpanjang masa tanggap darurat. Kondisi serupa terlihat di Sumatera Utara: delapan wilayah masih darurat, dan hanya satu yang masuk fase transisi.
Bagaimana dengan Sumatera Barat? Di sini, sepuluh Kabupaten/Kota sudah bergerak ke fase transisi. Hanya tiga wilayah yang status tanggap daruratnya masih berlaku.
“Daerah yang melakukan perpanjangan status tanggap darurat ini dimaksudkan agar daerah bener-bener siap masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Pratikno menegaskan.
Jadi, meski laporan hari ini membawa kabar baik soal normalnya jaringan di 14 wilayah, perjalanan menuju pemulihan total masih panjang. Pemerintah tampaknya tak mau terburu-buru, memastikan fondasi di daerah terdampak benar-benar kuat sebelum beralih ke tahap pembangunan kembali.
Artikel Terkait
Bus Transjakarta Diduga Tewaskan Pejalan Kaki di Margasatwa Raya
Apindo Soroti Biaya Logistik dan Bunga Tinggi Hambat Daya Saing Usaha
Mahasiswa STIK Bangun 12 Sumur Bor untuk Korban Bencana Aceh Jelang Ramadan
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp16,39 Miliar ke Pemprov Jabar untuk Fasilitas Publik