Honda Pangkas Produksi, Krisis Chip Semikonduktor Kembali Mengganas

- Kamis, 25 Desember 2025 | 09:36 WIB
Honda Pangkas Produksi, Krisis Chip Semikonduktor Kembali Mengganas

Honda lagi-lagi harus menekan tombol pause untuk produksi mobilnya. Penyebabnya tetap sama, krisis chip semikonduktor yang sepertinya belum juga reda. Kali ini, pabrik mereka di Jepang dan China yang bakal merasakan dampaknya paling langsung.

Menurut laporan Japan Times, di Jepang, jalur perakitan akan sepi pada 5 dan 6 Januari 2026. Sementara di seberang lautan, operasi di Guangqi Honda Automobile, China, terpaksa libur lebih awal mulai 29 Desember 2025 sampai 2 Januari tahun depannya.

Padahal, sebelumnya Honda sempat optimis. Mereka berharap gangguan pasokan chip yang meruyak itu bisa kembali normal sebelum akhir November. Tapi nyatanya, prediksi itu meleset. Kekurangan komponen krusial ini ternyata lebih bandel dari perkiraan.

Dampaknya langsung terasa di bursa. Saham Honda di Tokyo anjlok 1,5 persen. Yang lebih menyakitkan, target produksi tahun ini dipangkas cukup dalam. Dari yang awalnya menargetkan 3,62 juta unit, sekarang angka itu harus direvisi turun jadi sekitar 3,34 juta unit. Itu artinya, ratusan ribu mobil tak akan jadi terwujud.

Masalahnya ternyata tak cuma di Asia. Operasi Honda di Amerika Utara juga ikut keteteran. Dan mereka tidak sendirian. Raksasa otomotif lain seperti Volkswagen dan BMW juga dilaporkan mengalami kesulitan serupa. Krisis ini benar-benar global.

Lalu, siapa yang diduga jadi biang kerok? Sorotan utama kini mengarah ke Nexperia, sebuah perusahaan pembuat chip. Pemerintah China baru-baru ini melarang ekspor semikonduktor tertentu yang diproduksi di dalam negeri, dan langkah itu langsung memukul rantai pasok. Nexperia, yang dulunya bagian dari Wingtech Technology, tiba-tiba jadi pusat perhatian.

Ceritanya jadi makin rumit ketika Belanda ikut campur. Pada pertengahan Oktober lalu, pemerintah Belanda mencoba mengakuisisi Nexperia. Perusahaan inilah yang memproduksi mikroprosesor kecil yang vital komponen yang mengendalikan fungsi-fungsi dasar mobil seperti jendela power, wiper, hingga power steering. Tanpa chip mungil itu, mobil modern tak bisa apa-apa.

Jadi, situasinya masih sangat fluid. Honda dan para pesaingnya kini cuma bisa menunggu dan berharap solusi dari krisis chip yang entah kapan berakhir ini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar