Iko Uwais Pukau Penonton dengan Debut Sutradara di Film Timur

- Rabu, 24 Desember 2025 | 12:06 WIB
Iko Uwais Pukau Penonton dengan Debut Sutradara di Film Timur

Iko Uwais akhirnya mencoba peruntungan di balik layar. Aktor dan jagonya bela diri itu baru saja merampungkan debut penyutradaraannya lewat film berjudul “Timur”. Dan ya, dia juga tetap main, bahkan jadi bintang utamanya.

Di film ini, Iko berperan sebagai Timur, seorang prajurit pasukan khusus. Misi dia dan timnya? Menyelamatkan sekelompok peneliti dalam operasi yang penuh risiko. Menjadi sutradara sekaligus bintang utama ternyata bukan perkara mudah. Iko sendiri mengakui proses syutingnya sangat menguras tenaga.

“Misal saya pribadi enggak ada "calling"-an, ya saya harus ada sesuai dengan "calling" tersebut. Pada saat karakter saya selesai juga bukannya pulang, tapi saya langsung di belakang monitor,”

Begitu tutur Iko saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Namun begitu, suami Audy Item ini tak menampik bahwa dia menikmati seluruh prosesnya. Capek sih, tapi seru.

“Jadi memang dari segi capek ya sangat melelahkan tapi "fun", rasa persaudaraan semua "cast" sangat nyambung, semua kerjanya sangat mudah karena "chemistry" yang sangat match,”

lanjutnya dengan semangat.

Antusiasme Penonton: "Berasa Kelas Hollywood"

Sejak tayang perdana di bioskop pada 18 Desember lalu, film “Timur” langsung menarik perhatian. Data dari akun Instagram @uwaispictures per 22 Desember menunjukkan film ini sudah ditonton lebih dari 226 ribu orang.

Antusiasme itu terlihat nyata, misalnya di bioskop XXI Summarecon Mall Bekasi. Banyak penonton rela mengantre di depan pintu studio demi menyaksikan aksi Iko Uwais yang satu ini.

Usai pemutaran, kesan mereka pun beragam. Seperti Aditya, seorang siswa SMA asal Jakarta Utara. Menurutnya, ketegangan film ini langsung terasa sejak menit-menit awal.

“Tegang sih kebetulan dari menit-menit awal itu udah mulai. Dari segi pertarungannya emang betulan, dan bakat tarungnya emang betulan lah,”

kata Aditya.

Dia bahkan merasa kualitas film ini setara dengan produksi Hollywood. Harapannya, industri film Indonesia bisa lebih sering menghadirkan film aksi seperti “Timur”.

“Keren, bisa lah bersaing di Hollywood. Buat yang buat-buat film, jangan horor, kebanyakan. Kayak gini banyakin,”

ujarnya.

Pendapat serupa datang dari Idris, penonton lain asal Jakarta. Adegan-adegan laga di film ini, katanya, berhasil menjaga ketegangan dari awal sampai akhir.

“Untuk pas perang-perangnya bikin tegang sekali. Mungkin action-nya mirip kayak ‘The Raid’ pertama dan kedua. Semoga ada lanjutannya lagi dari film tersebut,”

harap Idris.

Sementara Deni, penonton lainnya, lebih menyoroti sisi emosional dari adegan pertempuran.

“Kan adegan perang gitu, nah itu bikin kita merasa emosional banget,”

tuturnya.

Inti cerita “Timur” sendiri memang tentang misi penyelamatan yang berbahaya. Tapi film ini tak cuma mengandalkan tinju dan tendangan. Ada konflik personal yang diangkat, saat sang protagonis bertemu kembali dengan Apollo, sahabat masa kecilnya yang kini justru berada di kubu lawan.

Film yang penuh dinamika ini masih bisa kamu saksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar