Fokus pemerintah kini, katanya, adalah menyelaraskan kebijakan fiskal dengan sektor keuangan. Tujuannya satu: menjaga keran pembiayaan bagi dunia usaha agar tetap terbuka lebar.
Laporan dari Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat gambaran suram ini. Data mereka cukup mengkhawatirkan. Sekretaris Jenderal Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengungkapkan bahwa industri tekstil masih menjadi penyumbang utama pengangguran baru di tahun 2025.
“Industri tekstil ini masih kontributor utama PHK, kita sudah hampir 80 ribu orang PHK di 2025 ini,”
kata Indah.
Meski berbagai insentif sudah digelontorkan, ternyata kendala di lapangan masih banyak. Indah mencatat, salah satu masalah besar adalah sulitnya pekerja yang terkena PHK mengakses Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Jadi, menurutnya, langkah yang lebih mendesak justru perbaikan birokrasi sistem JKP dan penguatan akses modal. Itu dinilai lebih menyentuh akar masalah ketimbang sekadar menambah stimulus baru yang mungkin tidak tepat sasaran.
Artikel Terkait
One Way Nasional Diperpanjang Lagi hingga KM 459 Tol Semarang-Solo
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B Arah Jakarta Antisipasi Arus Balik
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 285 Ribu Kendaraan di Tol Trans Jawa
Arus Balik Lebaran Padat, Rest Area di Tol Cipali Dikelola dengan Sistem Buka-Tutup