Hunian Tetap Mulai Dibangun, Warga Sumatera Tinggalkan Tenda Darurat

- Senin, 22 Desember 2025 | 18:25 WIB
Hunian Tetap Mulai Dibangun, Warga Sumatera Tinggalkan Tenda Darurat

Pemulihan pascabencana di Sumatera mulai menunjukkan bentuknya yang lebih permanen. Fokusnya kini bergeser dari tenda-tenda darurat ke pembangunan rumah yang layak huni. Pemerintah, lewat Kementerian PUPR, menegaskan komitmennya dengan memulai peletakan batu pertama untuk ribuan unit hunian tetap.

Acara simbolis itu digelar di Tapanuli Tengah, Minggu lalu. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, hadir bersama perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi. Suasana di lokasi terasa penuh harap, meski bayangan musibah belum sepenuhnya hilang.

“Doakan kami,” ujar Maruarar Sirait keesokan harinya.

“Hari ini kita mulai pembangunan hunian tetap di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan juga sudah di Tapanuli Selatan,” lanjutnya.

Menurutnya, ini adalah amanah langsung dari Presiden. Intinya, negara harus benar-benar hadir untuk warganya yang sedang berjuang. Program ini melibatkan banyak pihak, dari pusat hingga daerah, dengan dukungan lintas kementerian. Kerja sama ini diharapkan bisa mempercepat proses.

Di Kota Sibolga, misalnya, prosesnya berjalan relatif cepat. Pemerintah kota dan DPRD setempat langsung sepakat menghibahkan lahan. Langkah ini langsung diapresiasi oleh menteri.

“Terima kasih kepada Wali Kota dan DPRD yang bergerak cepat. Hari ini kita mulai pembangunan hunian tetap, bukan hunian sementara,” katanya menegaskan.

Untuk tahap awal, setidaknya ada 2.603 unit huntap yang akan segera dibangun. Rinciannya mulai dari 118 unit di Tapanuli Tengah, 200 unit di Sibolga, hingga 103 unit di Tapanuli Utara. Angka ini masih bisa bertambah. Di Tapanuli Selatan, pembangunan memang sudah dimulai, tapi jumlah pastinya masih menunggu pendataan akhir dari pemda.

Namun begitu, pekerjaan ini tidak berhenti di sana. Rencananya, program serupa akan segera menyusul di wilayah-wilayah terdampak lainnya di Aceh dan Sumatera Barat. Seperti pesan yang terus diulang, semua unsur diminta kompak. Harapannya sederhana: warga bisa segera mengakhiri hari-hari di pengungsian dan kembali ke kehidupan yang normal.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar