Sudah hampir setengah abad, PT Bank Tabungan Negara (BTN) berkutat dengan satu misi utama: menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah. Perjalanan panjang itu kini mencatat angka yang cukup fantastis. Tercatat, total plafon KPR yang disalurkan BTN telah menembus Rp504,18 triliun. Angka itu bukan sekadar deretan digit, melainkan mewakili sekitar 5,7 juta rumah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke hingga awal Desember 2025.
“Capaian ini membuktikan konsistensi kami,” ujar Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu.
Dia menegaskan, kerja keras bank pelat merah ini pada dasarnya adalah upaya membuka akses pembiayaan perumahan bagi semua kalangan. Di sisi lain, hal itu juga jadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Kalau dirinci, dari 5,7 juta unit tadi, mayoritas adalah KPR konvensional yang mencapai 5,23 juta rumah. Sementara pembiayaan syariah menyumbang 456.749 unit. Yang menarik, sekitar 4,38 juta unit merupakan KPR bersubsidi, menunjukkan fokus BTN pada segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Sisanya, sekitar 1,3 juta unit, adalah KPR non-subsidi.
Nah, dalam rangka merayakan ulang tahun KPR BTN yang ke-49 ini, bank tersebut punya kado spesial. Mereka menghadirkan program suku bunga fixed 2,65% untuk tiga tahun pertama. Program ini jelas jadi magnet. Tujuannya tak cuma menjaga posisi BTN sebagai pemimpin pasar KPR di Indonesia, tapi juga bikin mimpi punya rumah terasa lebih dekat dan terjangkau.
“Kehadiran KPR BTN selama 49 tahun telah membantu jutaan keluarga,” kata Head of Mortgage & Secured Loan Division BTN, Sri Soekminiarni, atau yang akrab disapa Rini, di Jakarta, Rabu (11/12/2025).
Menurutnya, momentum ulang tahun ini dimaknai lebih dari sekadar angka. BTN menggelar Bale Festival, sebuah pameran gaya hidup yang merangkum banyak hal. Mulai dari properti, furnitur, peralatan rumah tangga, hingga makanan dan fashion. Intinya, semua yang dibutuhkan untuk mengisi sebuah rumah.
Di festival ini, masyarakat nggak cuma dapat tawaran bunga spesial. Ada juga kemudahan seperti gratis biaya provisi, diskon asuransi jiwa, dan beragam penawaran menarik lainnya lewat platform Bale by BTN. “Kami berharap masyarakat mudah memiliki rumah, juga mudah mengisinya,” tambah Rini.
Bale Festival sendiri digelar serentak di enam kota besar: Medan, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Pontianak, dan Makassar, pada 9 hingga 14 Desember 2025. Setiap lokasi menghadirkan expo yang menguatkan kolaborasi BTN dengan berbagai mitra strategis, dari developer, merchant lifestyle, hingga pelaku usaha travel dan F&B.
Harapannya jelas. Selain meningkatkan brand awareness, festival ini diharapkan bisa mempercepat realisasi akad KPR, baik subsidi maupun non-subsidi. Sinergi dengan industri perumahan pun ikut diperkuat.
Buat pengunjung yang datang, ada program lelang barang menarik yang bisa diikuti mulai dari 49 Bale Poin. Ini bagian dari perayaan 49 tahun perjalanan KPR BTN.
Rini menegaskan, perayaan ini bukan cuma soal pesta. Lebih dari itu, ini adalah bentuk komitmen berkelanjutan BTN untuk memperluas akses perumahan.
“Kami berharap program bunga spesial dan berbagai kemudahan di Bale Festival bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat. Ini kesempatan terbaik untuk memulai perjalanan baru memiliki rumah dengan biaya kompetitif,” tutup Rini.
Semua langkah itu, pada akhirnya, adalah cara BTN tetap relevan dan terus menggenjot transaksi KPR di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Artikel Terkait
Inaca: Penerbangan Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen pada 2029
KCIC Targetkan 30 Ribu Penumpang Harian Whoosh Tercapai pada 2028
TikTok Akui Sistem Deteksi Usia Belum Sempurna, 1,7 Juta Akun Anak Diblokir tapi Banyak Pengguna Dewasa Ikut Terdampak
Roy Suryo dan Dokter Tifa Kembali Desak Komisi III DPR Gelar RDPU soal Kasus Ijazah Jokowi