Pertamax hingga Dexlite Melambung, Pertalite dan Solar Tak Tergoyahkan

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 08:15 WIB
Pertamax hingga Dexlite Melambung, Pertalite dan Solar Tak Tergoyahkan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertalite dan Solar Tetap Bertahan

Sabtu pagi, 6 Desember 2025, pengendara yang mengisi Pertamax di sejumlah SPBU Jakarta harus merogoh kocek lebih dalam. PT Pertamina resmi menaikkan harga seluruh bahan bakar minyak nonsubsidi mulai hari ini. Kenaikan ini bukan hal yang mendadak, melainkan mengikuti aturan main yang sudah ditetapkan pemerintah.

Acuannya adalah Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K tahun 2022. Aturan itu sendiri merupakan perubahan dari keputusan sebelumnya, yang intinya mengatur formula perhitungan harga jual eceran BBM umum. Jadi, penyesuaian ini bisa dibilang sudah terjadwal.

Nah, yang kena imbas adalah produk-produk andalan untuk kendaraan bermesin lebih "haus" itu. Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex semuanya naik.

Di Jakarta dan sekitarnya, misalnya. Harga Pertamax sekarang Rp12.750 per liter. Bandingkan dengan sehari sebelumnya yang masih Rp12.200. Lumayan juga selisihnya.

Pertamax Turbo melesat ke Rp13.750 dari Rp13.100. Sementara Pertamax Green 95 menyentuh Rp13.500 per liter.

Yang paling terasa mungkin untuk produk diesel. Dexlite kini Rp14.700, naik cukup signifikan dari Rp13.900. Pertamina Dex pun tak ketinggalan, merangkak ke level Rp15.000 per liter.

Di tengah kenaikan itu, ada kabar baik. BBM subsidi jenis Pertalite dan Bio Solar harganya tak berubah. Tetap di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Ini tentu jadi angin segar bagi mayoritas pengendara yang mengandalkan kedua jenis bahan bakar tersebut.

Berikut rincian lengkapnya per wilayah. Harap dicatat, perbedaan harga antar daerah dipengaruhi oleh komponen Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Aceh dan Sumatera Utara
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.500
Pertamax Turbo: Rp13.400
Dexlite: Rp14.200
Pertamina Dex: Rp14.500
Solar: Rp6.800

Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp11.500
Dexlite: Rp13.000
Solar: Rp6.800

Sumatera Barat, Riau, Kepri, Bengkulu
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp13.050
Pertamax Turbo: Rp14.350
Dexlite: Rp15.300
Pertamina Dex: Rp15.600
Solar: Rp6.800

FTZ Batam
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.250
Pertamax Turbo: Rp13.100
Dexlite: Rp13.950
Pertamina Dex: Rp14.300
Solar: Rp6.800

Sumsel, Jambi, Babel, Lampung
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp13.050
Pertamax Turbo: Rp14.050
Dexlite: Rp15.000
Pertamina Dex: Rp15.300
Solar: Rp6.800

Jabodetabek, Jawa, Bali, NTB, NTT
Untuk DKI Jakarta, Banten, hingga Jawa Timur, harganya seperti yang sudah disebutkan di atas. Pola yang hampir serupa berlaku untuk Bali dan Nusa Tenggara. Kecuali di NTT, ada tambahan Bio Solar nonsubsidi seharga Rp14.600 per liter.

Kalimantan
Harga di pulau ini bervariasi. Kalimantan Selatan cenderung lebih tinggi sedikit. Pertamax di sana Rp13.350, sementara di provinsi Kalimantan lainnya rata-rata Rp13.050.

Sulawesi dan Kawasan Timur
Harga untuk Sulawesi, Maluku, dan Papua relatif seragam untuk produk utama. Pertamax umumnya dijual Rp13.050 per liter, dengan Dexlite di angka Rp15.000. Ketersediaan Pertamax Turbo dan Pertamina Dex bervariasi di beberapa wilayah.

Begitulah situasinya. Kenaikan memang hanya menyentuh BBM nonsubsidi, tapi dampak psikologisnya bisa lebih luas. Kita lihat saja nanti efeknya terhadap harga-harga kebutuhan lain.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar