Transformasi Digital Bank Mandiri Pacu Ekosistem Keuangan, Transaksi Tembus Rp22.000 Triliun

- Sabtu, 22 November 2025 | 15:10 WIB
Transformasi Digital Bank Mandiri Pacu Ekosistem Keuangan, Transaksi Tembus Rp22.000 Triliun

Bank Mandiri semakin memperkuat posisinya sebagai mitra pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Caranya? Dengan terus mendorong transformasi digital secara konsisten dan berkelanjutan.

Fokus pada pengembangan layanan digital ini menjadi fondasi utama bagi perseroan. Tujuannya jelas: menyediakan akses keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan mampu menjangkau semua lapisan masyarakat. Mulai dari ritel, UMKM, hingga korporasi besar.

Berkat transformasi ini, Bank Mandiri kini memimpin industri dalam transaksi keuangan berbasis digital. Mereka membangun ekosistem tertutup yang terintegrasi melalui tiga solusi utama: Livin' by Mandiri, Livin' Merchant, dan Kopra by Mandiri. Ekosistem ini menghadirkan pengalaman layanan finansial yang benar-benar menyeluruh bagi nasabah.

Menurut Yohan Sugiono, Senior Vice President Digital Wholesale Banking Bank Mandiri, platform Kopra by Mandiri telah mencatat pencapaian yang cukup fantastis. Hingga Oktober 2025, nilai transaksinya tembus lebih dari Rp22.000 triliun. Angka itu tumbuh 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara volume transaksinya mencapai 1,2 miliar, naik 14 persen year on year.

"Kami percaya pertumbuhan ekonomi Indonesia harus berjalan beriringan dengan percepatan transformasi digital. Kopra hadir sebagai solusi finansial terintegrasi yang mendukung kualitas pengalaman transaksi nasabah, mulai dari cash management, trade finance, hingga value chain," jelas Yohan.

Lalu apa sih keunggulan Kopra? Fitur-fitur seperti bulk payment yang mampu menangani hingga 50.000 transaksi, personalisasi biller industri, serta monitoring real-time untuk Letter of Credit dan Bank Garansi menjadi pembeda utama. Semua fitur itu dirancang untuk meningkatkan efisiensi bisnis nasabah.

Di sisi lain, Livin' by Mandiri juga menunjukkan perkembangan yang pesat. Super app dari bank berkode saham BMRI ini sudah digunakan oleh 35,8 juta pengguna. Jumlah itu meningkat 27 persen YoY hingga Oktober 2025. Nilai transaksi yang diproses melalui Livin' mencapai Rp3.620 triliun, naik 10 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara untuk UMKM, Livin' Merchant terus menjadi motor digitalisasi. Lebih dari 3 juta merchant sudah bergabung, dengan 62 persen di antaranya berasal dari luar kota besar. Mereka memanfaatkan berbagai fitur seperti multi-outlet management, integrasi sistem F&B, QR Table ordering, hingga pemesanan stok barang langsung ke distributor di ekosistem Bank Mandiri.

Hebatnya lagi, Livin' Merchant mencatat pertumbuhan nilai transaksi sebesar 166 persen dan pertumbuhan volume transaksi 172 persen dibanding tahun sebelumnya. Angka yang benar-benar luar biasa.

Kinerja dan inovasi yang konsisten ini membawa Bank Mandiri meraih penghargaan Indonesia's Best Transaction Bank dalam ajang Euromoney Transaction Banking Awards 2025.

Yohan menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari arah kebijakan pemerintah yang menekankan transformasi ekonomi dan peningkatan produktivitas. Langkah ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan transformasi ekonomi dan penguatan sektor-sektor produktif.

"Kami sangat mengapresiasi penghargaan ini. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bergerak dengan semangat Sinergi Majukan Negeri, menghadirkan layanan terbaik, dan memperkuat peran Bank Mandiri sebagai penggerak utama perekonomian nasional," tuturnya.

Penghargaan ini diraih berkat keberhasilan Bank Mandiri menunjukkan kinerja keuangan yang sehat, didukung pertumbuhan aset yang kuat, penguatan ekosistem bisnis, serta inovasi digital yang masif. Kemampuan bank ini berinovasi secara berkelanjutan dan beradaptasi terhadap dinamika pasar juga menjadi faktor penilaian penting.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar