Gagasan ekonomi sirkular kini makin mendapat tempat. Bukan cuma di pemerintah, tapi juga di kalangan pelaku usaha dan masyarakat luas. Konsep ini dianggap sebagai strategi penting untuk mempercepat transisi menuju masa depan yang lebih hijau dan efisien dalam memanfaatkan sumber daya.
Intinya, ekonomi sirkular adalah sebuah sistem yang memastikan material tidak berakhir jadi limbah. Semua sumber daya diupayakan bisa terus dipakai ulang atau diregenerasi. Pendekatan ini ternyata punya dampak yang luas. Di satu sisi, tekanan terhadap lingkungan bisa dikurangi. Di sisi lain, terbuka juga peluang baru: terciptanya lapangan kerja hijau, inovasi bisnis segar, dan yang tak kalah penting, efisiensi biaya bagi perusahaan.
Merespons hal ini, MNC Group lewat MNC Peduli pun tak tinggal diam. Mereka menggelar sejumlah program ekonomi hijau yang cukup konkret. Misalnya, program Biokonversi Sampah Organik yang dijalankan di area perkantoran grup mereka sendiri. Lalu ada juga program Agri Livestock Loop yang digulirkan di salah satu desa binaan di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus MNC Lido City.
Nah, kerja keras mereka rupanya membuahkan hasil. Atas konsistensi dan keberlanjutan program-program itu, MNC Group berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesian Circular Economy Award (ICEA) 2025. Acara penghargaan tersebut digelar pada 18 November lalu di Bali.
Director of Corporate Secretary MNC Group, Syafril Nasution, yang hadir langsung menerima penghargaan itu. Menurutnya, program yang dijalankan MNC Peduli sudah terbukti memberi manfaat berkelanjutan dan dampak sosial yang positif bagi masyarakat sekitar.
Syafril pun tak menyembunyikan rasa bangganya. Dalam kesempatan itu, dia menyebut MNC Group sebagai satu-satunya perusahaan media yang berhasil meraih penghargaan bergengsi ini.
“MNC Group mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara ICEA atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap komitmen MNC dalam mendukung ekonomi hijau," ujar Syafril, Jumat (21/11/2025).
"Kami bangga menjadi satu-satunya perusahaan media yang mendapatkan penghargaan di kategori ini," tambahnya.
ICEA 2025 sendiri adalah penyelenggaraan perdana yang diinisiasi oleh Indonesian Circular Economy, Sustainability and Transformation (ICEST) Institute bersama Badan Standard Nasional (BSN). Ajang ini dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi organisasi, baik bisnis maupun nonbisnis, yang telah mempraktikkan ekonomi sirkular dengan baik.
Menurut Ketua ICEST Institute, Suharman Noerman, ICEA 2025 ini bukan sekadar acara seremonial. Ia merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk mendukung sosialisasi ISO 59000 Series serta implementasi Roadmap dan Rencana Aksi Ekonomi Sirkular Indonesia 2025–2045 yang sebelumnya telah diluncurkan oleh BSN dan BAPPENAS.
Acara penghargaan itu juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Perindustrian RI, Emi Suryandari. Sebagai Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas capaian para peraih penghargaan.
“Kami sangat bangga atas capaian industri hari ini. Upaya yang telah dilakukan diharapkan dapat direplikasi dan sejalan dengan program Pendampingan Nasional Light House Circular Economy dari Kementerian Perindustrian. Ini akan mendorong Indonesia menjadi negara industri maju sesuai visi Indonesia Emas 2045,” kata Emi.
Pada intinya, ICEA 2025 memberikan penghargaan kepada berbagai perusahaan sebagai bentuk apresiasi. Tidak hanya untuk praktik ekonomi sirkular yang efektif, tapi juga untuk promosi dan kontribusi mereka dalam mensosialisasikan ISO 59000 Series. Semua ini bertujuan memperkuat implementasi ekonomi sirkular di Indonesia, yang pada akhirnya mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Bambang Prasetiya, Ketua Dewan Pakar ICEST Institute yang juga menjabat sebagai Juri ICEA 2025, menambahkan bahwa kehadiran ajang ini sejalan dengan komitmen global atas lahirnya ISO 59000 Series.
"ICEA dapat menjadi alat ukur kinerja praktik sirkular di Indonesia serta mendorong kemitraan strategis dalam memperkuat gerakan dan aksi ekonomi sirkular di Tanah Air," pungkas Bambang.
(Nur Ichsan Yuniarto)
Artikel Terkait
Pengamat Peringatkan Risiko Defisit dan Pelemahan Rupiah dari Impor Minyak AS
Ahli Gizi Ungkap Peran Minyak Zaitun Tingkatkan Penyerapan Nutrisi
Jadwal Imsak dan Salat di Jakarta untuk 7 Ramadhan 1447 H
Proyek Tanggul Raksasa Pantura Diperkirakan Tembus Rp1.684 Triliun