Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto ke Istana Merdeka, Kamis kemarin. Pertemuan ini digelar untuk membahas sejumlah laporan penting seputar kinerja sektor ESDM.
Usai bertemu, Bahlil tampak bersemangat menjelaskan poin-poin yang dibahas. "Saya kan harus melaporkan target APBN," ujarnya. Menurutnya, dengan Desember tinggal sebentar lagi, laporan kemajuan menjadi sangat krusial. Yang menggembirakan, realisasi PNBP sektor ESDM sudah mencapai 85 persen dari target. "Alhamdulillah, lifting kita juga berhasil memenuhi target," tambahnya dengan nada lega.
Tak cuma soal angka-angka, pertemuan itu juga membahas proyek strategis. Bahlil menyampaikan perkembangan rencana peresmian Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kalimantan Timur. Dia yakin proyek ini bakal jadi game changer. "Kalau sudah diresmikan, insyaallah tahun 2026 kita sudah bisa swasembada solar dan avtur," ungkapnya penuh keyakinan. Itu artinya, ketahanan energi nasional bakal melompat jauh.
Soal pemanggilan ini, Bahlil menegaskan bahwa ini adalah bagian dari mekanisme rutin. Sebagai menteri, dirinya siap kapan saja melapor ke Presiden. "Saya kan pembantu Bapak Presiden. Setiap dipanggil, ya harus siap melaporkan KPI atau tugas lain," jelasnya. Intinya, ini komunikasi biasa antara atasan dan bawahan dalam menjalankan pemerintahan.
Semua berjalan sebagaimana mestinya. Laporan disampaikan, progress dipantau, dan rencana ke depan dibahas. Seperti biasa.
Artikel Terkait
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran
Suzuki Pastikan Suku Cadang Baleno Tetap Tersedia Meski Sudah Pensiun
Raja Ampat Pasang Tarif Masuk Baru: Rp 1 Juta untuk Turis Asing
Layanan Kesehatan di Wilayah Banjir Sumatera Mulai Bangkit, 87 RS Kembali Beroperasi