Densus 88 Ungkap Modus Baru: Anak-Anak Direkrut untuk Jaringan Teror Lewat Dunia Digital

- Rabu, 19 November 2025 | 04:45 WIB
Densus 88 Ungkap Modus Baru: Anak-Anak Direkrut untuk Jaringan Teror Lewat Dunia Digital
Densus 88 Amankan Lima Perekrut Anak untuk Jaringan Teror

JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap modus operandi baru dalam penyebaran paham terorisme. Sebanyak lima orang berhasil diamankan karena diduga aktif merekrut anak-anak dan pelajar untuk bergabung dengan jaringan teroris melalui berbagai platform digital.

Kepala Pusat Penerangan Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (18/11/2025), mengungkapkan bahwa penyelidikan selama setahun terakhir mengerucut pada tiga perkara dengan pola serupa: menargetkan anak-anak melalui dunia digital.

"Proses perekrutan dilakukan secara aktif dengan memanfaatkan ruang digital, termasuk di antaranya media sosial, gim online, aplikasi perpesan instan, dan situs-situs tertutup," kata Trunoyudo.

Kelima pelaku ditangkap sepanjang tahun 2025. Dua di antaranya, yang berperan sebagai perekrut dan pengendali komunikasi kelompok, baru saja diamankan pada Senin, 17 November 2025. Satu tersangka beroperasi dari Sumatera Barat dan satu lainnya dari Jawa Tengah.

Rincian penangkapan para tersangka adalah sebagai berikut:

  • FW alias YT (47), warga Medan, Sumatera Utara, ditangkap pada 5 Februari 2025.
  • LM dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dan PP alias BMS (37) dari Sleman, DI Yogyakarta, ditangkap pada 22 September 2025.
  • MSPO (18) asal Tegal, Jawa Tengah, dan JJS alias BS (19) dari Agam, Sumatera Barat, dibekuk pada 17 November 2025.

Mereka diduga bertanggung jawab atas tindakan merekrut dan memengaruhi anak-anak untuk mengadopsi paham radikal, bergabung dengan kelompok terorisme, dan bahkan dipersiapkan untuk melakukan aksi teror.

Hingga saat ini, Densus 88 mencatat setidaknya 110 anak berusia antara 10 hingga 18 tahun di tiga provinsi diduga telah menjadi korban rekrutmen jaringan terorisme ini. Temuan ini menandakan ancaman serius pergeseran target dan metode radikalisasi ke generasi muda.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar