Pendapat serupa disampaikan oleh dosen Manajemen Universitas Udayana Bali, I Gede Nandya Oktora, yang mengingatkan pentingnya menghargai jasa pemimpin terdahulu. "Yang jelas, kita tidak boleh melupakan sejarah dan jasa beliau," ujar Nandya.
Wacana pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional semakin menguat setelah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi menemui Presiden Prabowo Subianto untuk mengajukan permohonan tersebut. "Dengan penuh harapan lewat mekanisme rapat DPP Partai Golkar, kami sudah mengajukan Pak Harto sebagai pahlawan nasional," jelas Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11).
Proses pengajuan ini semakin konkret setelah Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon mengungkapkan telah menyerahkan 49 nama calon pahlawan nasional, termasuk Soeharto, kepada Presiden Prabowo pada 5 November 2025.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir