PDI Perjuangan Gelorakan Spirit Bung Karno di Ende untuk Hadapi Politik Uang dan Intimidasi

- Jumat, 07 November 2025 | 16:50 WIB
PDI Perjuangan Gelorakan Spirit Bung Karno di Ende untuk Hadapi Politik Uang dan Intimidasi
PDI Perjuangan Gelorakan Spirit Bung Karno di Ende Hadapi Tantangan Politik - Konferda NTT

PDI Perjuangan Gelorakan Spirit Bung Karno di Ende Hadapi Tantangan Politik

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan pentingnya semangat 'Dedication of Life' dan menyerap energi perjuangan Bung Karno saat diasingkan di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk menghadapi tantangan politik kontemporer.

Pernyataan ini disampaikan Hasto dalam pidato pembukaan Konferensi Daerah atau Konferda PDIP Nusa Tenggara Timur yang berlangsung di Kupang.

Politik Ideal di Tengah Pragmatisme

Hasto Kristiyanto menyoroti pentingnya menggelorakan politik yang ideal di tengah arus pragmatisme.

"Di tengah-tengah arus pragmatisme politik, kapitalisasi kekuasaan politik, politik menghalalkan segala cara seperti nampak di dalam Pemilu 2024, konferda ini sangat penting untuk menggelorakan politik dalam watak ideal," ujar Hasto.

Spirit Bung Karno Lawan Money Politic dan Intimidasi

Hasto mengajak seluruh kader partai untuk mengambil spirit perjuangan Bung Karno guna melawan tekanan politik masa kini, termasuk politik uang dan intimidasi.

"Kalau kita menghadapi tekanan-tekanan money politic, menghadapi intimidasi-intimidasi dari oknum negara yang seharusnya netral di dalam pemilu, maka tantangan itu bisa kita hadapi dengan mengambil spirit dari perjuangan Bung Karno, termasuk ketika dibuang di Ende ini," tegas Sekjen PDIP tersebut.

Ende, Tempat Lahirnya Pancasila

Dalam pidatonya, Hasto juga menekankan keistimewaan Provinsi NTT, khususnya Kota Ende. Menurutnya, kota tersebut adalah tempat Bung Karno melakukan kontemplasi ideologis yang akhirnya melahirkan dasar negara, Pancasila.

Dedication of Life: Pengabdian Tulus Tanpa Ambisi

Lebih lanjut, Hasto menyoroti pentingnya nilai pengabdian yang tulus tanpa dibebani ambisi kekuasaan pribadi.

"Dedication of Life yang tulus, ikhlas, yang tidak berpikir, saya mau jadi apa? Mau jadi Bupati/Wali Kota, mau jadi anggota DPRD," ujar Hasto.

Ia menegaskan, "Jangan pernah menjadi penikmat kekuasaan. Kita adalah pengemban tugas. Jangan pernah berpikir kita mau jadi apa, namun lupa pada tanggung jawab membangun Partai."

Momentum Kristalisasi Semangat Pengabdian

Konferda PDIP NTT yang dihadiri hampir 1.000 perwakilan kader dari seluruh wilayah NTT ini diharapkan menjadi momentum untuk mengkristalisasikan semangat pengabdian dan perjuangan yang berlandaskan nilai-nilai luhur perjuangan bangsa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar