Pratikno Bertamu ke Solo, Pertemuan Tertutup dengan Jokowi Picu Spekulasi

- Senin, 29 Desember 2025 | 06:50 WIB
Pratikno Bertamu ke Solo, Pertemuan Tertutup dengan Jokowi Picu Spekulasi

MURIANETWORK.COM – Sabtu sore itu, di kediaman Joko Widodo di Solo, sebuah kunjungan singkat menarik perhatian. Menteri Koordinator PMK, Pratikno, datang sendirian sekitar pukul lima kurang sepuluh. Ia mengenakan batik dan celana hitam, lalu menghilang ke dalam rumah setelah singgah sejenak di ruang transit.

Pertemuan mereka berlangsung tertutup. Hampir satu jam lamanya. Tak ada yang tahu pasti apa yang dibicarakan di balik pintu itu.

Begitu keluar, Pratikno tampak buru-buru. Langkahnya cepat menuju mobil yang menunggu. Kepada awak media yang sudah menanti, ia cuma melempar senyum tipis. Tak ada komentar, tak ada kata-kata. Lalu pergi.

Di sisi lain, mantan presiden Jokowi justru tampak mengantarnya hingga ke luar rumah. Jokowi terlihat santai, berkemeja putih polos dan celana hitam. Yang menarik, topi putih dengan inisial 'J' di kepalanya hadiah dari Raja Juli Antoni, Sekjen PSI.

Kunjungan mendadak ini langsung memantik spekulasi. Peneliti politik dan media, Buni Yani, misalnya, mencurigai ada kaitan dengan isu yang sedang panas.

"Pratikno menemui Jokowi di rumahnya. Ada apa? Apa ada kaitannya dengan kasus ijazah? Kan sudah ada 8 tersangka Jokowi,"

Begitu tulisnya di akun Facebook pribadi, Senin (29/12). Ia merujuk pada kasus ijazah UGM yang terus dikulik oleh Roy Suryo dan kawan-kawan. Pertemuan tertutup di hari Sabtu itu, di mata sebagian pengamat, bukan sekadar silaturahmi biasa. Ada nuansa politis yang terasa mengendap.

Memang, Pratikno bukan orang baru di lingkaran Jokowi. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara di era kepresidenan sebelumnya. Hubungan keduanya sudah terjalin lama. Namun begitu, timing kunjungan ini di tengah hiruk-pikuk isu tertentu tentu mengundang tanya.

Semuanya masih berupa pertanyaan. Pratikno diam. Jokowi juga. Hanya senyum, topi putih, dan langkah cepat yang menjadi penanda sore itu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar