Polisi Diduga Cekik Adik Ipar, Helm Pink di Sungai Jadi Tanda Tanya

- Rabu, 17 Desember 2025 | 17:50 WIB
Polisi Diduga Cekik Adik Ipar, Helm Pink di Sungai Jadi Tanda Tanya

Seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ditemukan tewas di Pasuruan. FAN, 22 tahun, asal Probolinggo itu diduga menjadi korban pembunuhan. Yang mengejutkan, pelaku utamanya disebut-sebut adalah kakak iparnya sendiri seorang anggota polisi yang bertugas di Polsek Krucil.

Menurut sang ayah, Ramlan, hubungan antara putrinya dengan terduga pelaku, Bripka AS, memang sudah lama memanas. "AS dan anak saya ini bermusuhan sejak lama," ujarnya, Rabu (17/12/2025).

Bukan cuma dengan FAN, konflik juga merembet ke kakak sulungnya. "FAN sering melawan AS," tambah Ramlan.

Kronologi penemuannya cukup memilikan. FAN yang masih semester 3 di Prodi Hukum UMM itu ditemukan di sebuah sungai pinggir Jalan Wonorejo, Pasuruan, pada Selasa malam. Saat ditemukan, jasadnya dalam kondisi terlentang. Ada helm berwarna pink di kepalanya. Tapi, itu justru jadi salah satu kejanggalan.

"Helm itu bukan punya anak saya," tegas Ramlan. Diduga, helm itu dibeli baru di lokasi kejadian. Barang-barang bawaan korban lainnya pun raib.

Ada lagi yang janggal. Rekaman CCTV dari kos FAN menunjukkan ia dijemput ojek online sekitar pukul 20.14 WIB. Sementara itu, di lokasi kejadian, sebuah mobil Strada Triton double cabin terlihat mondar-mandir. Mobil itu milik terduga pelaku.

"Bahkan mobil double cabin itu saya sendiri yang membelikannya," kata Ramlan dengan nada getir.

Ramlan pertama kali dapat kabar dari Kapolres Pasuruan. Ia diberitahu bahwa ada korban ditemukan di dalam got. Identifikasi akhirnya bisa dilakukan lewat sidik jari. Sang ayah juga menyebut ada bekas cekikan di leher anaknya. Motifnya, ia menduga kuat terkait urusan harta.

Di sisi lain, polisi bergerak cepat. Kurang dari 24 jam, mereka sudah mengamankan terduga pelaku. Kasus yang sensitif ini langsung diambil alih penyelidikannya oleh Polda Jawa Timur.

Kini, proses pendalaman masih terus berjalan. Propam Polda Jatim berusaha mengurai motif dan kronologi utuh di balik tragedi yang mencoreng institusi ini. Masyarakat pun menunggu kejelasan, bagaimana oknum beruniform bisa terlibat dalam kasus sekejam ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler