Ribuan suporter Argentina terlibat bentrokan dengan aparat keamanan di Buenos Aires setelah timnas mereka takluk 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, Minggu (19/7) waktu setempat. Kekecewaan yang meluap berubah menjadi kericuhan di kawasan Obelisk, titik kumpul utama pendukung Tim Tango.
Sejak awal, ribuan suporter telah memadati area tersebut untuk menyaksikan pertandingan puncak dan berharap merayakan gelar juara. Namun, setelah Spanyol dipastikan keluar sebagai juara dunia lewat kemenangan tipis 1-0 di MetLife Stadium, suasana berubah panas. Sejumlah pendukung terlibat aksi saling dorong dengan petugas, memaksa polisi antihuru-hara dikerahkan untuk membubarkan massa dan mencegah kericuhan meluas.
Kekalahan ini mengakhiri harapan Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih empat tahun sebelumnya. Spanyol, sebaliknya, berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2026 setelah pertandingan yang ketat.
Artikel Terkait
Pelukan Lamine Yamal dengan Raja Felipe VI Curi Perhatian di Resepsi Juara Piala Dunia
Real Madrid Rekrut Marc Cucurella dari Chelsea Jelang Final Piala Dunia 2026
Netanyahu Dukung Argentina di Final Piala Dunia, Spanyol Jadi Idola Baru Pro-Palestina
Viral Tuduhan Kembang Api Final Piala Dunia 2026 Sudah Disiapkan untuk Argentina, Ini Faktanya