AS Roma Catat Penjualan 26 Ribu Tiket Musiman, Diiringi Protes Karyawan

- Jumat, 17 Juli 2026 | 06:00 WIB
AS Roma Catat Penjualan 26 Ribu Tiket Musiman, Diiringi Protes Karyawan

Klub sepak bola Italia AS Roma mencatatkan penjualan lebih dari 26 ribu tiket terusan untuk musim mendatang. Angka itu diraih hanya dalam tujuh hari setelah loket perpanjangan resmi dibuka pada 8 Juli pagi. Antusiasme pendukung disebut dipicu oleh kembalinya klub ke Liga Champions dan proyek baru di bawah pelatih Gian Piero Gasperini.

Manajemen menetapkan batas maksimal penjualan sebanyak 40 ribu tiket terusan untuk musim ini. Fase perpanjangan pertama akan berlangsung hingga 27 Juli pukul 13.00, diikuti antrean khusus bagi peminat terdaftar. Penjualan umum dijadwalkan buka pada 29 Juli pukul 15.00 jika kuota masih tersedia.

Di tengah tingginya minat, manajemen menghadapi gelombang protes dari serikat pekerja internal. Lebih dari 30 karyawan dari divisi administrasi, organisasi, dan pendukung di pusat latihan Trigoria dipindahtugaskan secara mendadak ke toko-toko penjualan merchandise resmi klub. Kebijakan itu dianggap menurunkan eselon serta tanggung jawab kerja staf. Perwakilan serikat pekerja telah menyatakan status siaga dan menuntut dialog terbuka dengan jajaran manajemen untuk meninjau kembali keputusan mutasi tersebut.

Pada hari yang sama, manajemen juga menyelesaikan agenda tahunan AS Roma Sustainability Social Camp 2026 di Circolo Sportivo Dabliu EUR. Program edukasi inklusif yang berlangsung selama dua pekan ini memadukan pelatihan sepak bola dengan lokakarya sosial bagi anak-anak kelompok rentan. Kegiatan yang didukung Dewan Regional Lazio itu berfokus pada kampanye anti-perundungan, perlindungan lingkungan, keamanan siber, keselamatan jalan raya, serta edukasi nutrisi. Upacara penutupan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kehadiran yang dihadiri pejabat publik wilayah setempat dan perwakilan kepolisian.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags