Pelatih Ekuador Beccacece Akhiri Masa Tugas Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

- Rabu, 01 Juli 2026 | 20:30 WIB
Pelatih Ekuador Beccacece Akhiri Masa Tugas Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Pelatih kepala tim nasional Ekuador, Sebastian Beccacece, mengonfirmasi kepergiannya setelah timnya gagal melaju lebih jauh di Piala Dunia FIFA 2026. Kontraknya resmi berakhir bersamaan dengan kekalahan 0-2 dari Meksiko pada babak 32 besar di Stadion Azteca, Sabtu malam.

“Kontrak kami berakhir bersamaan dengan Piala Dunia. Saya rasa kami tidak mampu mencapai prestasi yang kami janjikan: menjadikan ini Piala Dunia terbaik yang pernah ada. Hari ini giliran saya untuk mengucapkan selamat tinggal,” ujar Beccacece dalam konferensi pers usai pertandingan, seperti dikutip Reuters.

Pelatih asal Argentina itu mengakui bahwa timnya kesulitan menghadapi permainan energik Meksiko, terutama di babak pertama. “Kami kalah dalam permainan di babak pertama,” katanya. Meskipun Ekuador tampil lebih baik setelah jeda dan menguasai bola lebih banyak, mereka tetap gagal menembus pertahanan solid Meksiko. “Kami berjuang keras, tetapi kami tidak bisa mencetak gol yang akan memberi kami dorongan,” tambahnya.

Beccacece menegaskan bahwa ia sebenarnya berharap bisa melanjutkan perannya, namun ia menghormati proses pengambilan keputusan. “Itulah mengapa saya harus pergi. Saya ingin melanjutkan karena apa yang saya terima dari para pemain dan manajemen menjamin kemungkinan untuk melanjutkan. Tetapi saya mengerti bagaimana ini bekerja dan itu menyakitkan, tetapi saya pikir keputusannya sudah jelas,” ujarnya.

Meskipun kecewa, pelatih berusia 43 tahun itu menyoroti hubungan kuat yang ia bangun dengan para pemain dan negara Ekuador selama kampanye. Ketika ditanya tentang warisannya, ia mengalihkan pujian kepada skuadnya. “Warisan itu berasal dari para pemain, karena mereka adalah tim termuda Ekuador,” katanya. “Saya tidak punya keluhan, hanya rasa terima kasih kepada orang-orang dan para pemain. Saya menerima begitu banyak rasa terima kasih dan kasih sayang dari lubuk hati saya. Para pemain memberi saya dua jam yang indah setelah pertandingan dan itulah yang tersisa bagi kami,” pungkasnya.

Sebelum tersingkir, Ekuador sempat mencuri perhatian setelah mengalahkan Jerman di laga terakhir fase grup, yang memastikan langkah mereka ke babak 32 besar.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags