Paraguay memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia setelah menyingkirkan Jerman melalui adu penalti yang dramatis. Pertandingan yang berlangsung di Foxborough itu berakhir imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu, sebelum Paraguay menang 4-3 dalam drama tos-tosan berkat dua penyelamatan gemilang kiper Orlando Gill.
Julio Enciso membawa Paraguay unggul lebih dulu di babak pertama. Namun, Kai Havertz menyamakan kedudukan untuk Jerman, dan juara dunia empat kali itu tampaknya akan lolos setelah gol Jonathan Tah dianulir di babak perpanjangan waktu. Adu penalti pun menjadi penentu, dengan Paraguay keluar sebagai pemenang.
Pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, memuji performa timnya yang disebutnya "luar biasa" setelah pertandingan. "Saya mengalaminya dengan intensitas yang tinggi, seperti semua orang. Pertandingan itu penuh ketegangan dari awal hingga akhir karena kami tahu kami menghadapi salah satu kandidat utama juara, lawan dengan kualitas luar biasa yang sebelumnya menjadi favorit," kata Alfaro.
Alfaro menekankan bahwa para pemain menjalankan rencana permainan dengan efektif. "Para pemain memahami dengan sempurna apa yang dibutuhkan pertandingan dan mengerahkan upaya besar untuk mencegah Jerman menemukan ruang dan memainkan permainan mereka," ujarnya.
Kemenangan ini menjadi kali kedua Paraguay memenangkan pertandingan babak gugur Piala Dunia. Langkah selanjutnya, mereka berpotensi menghadapi favorit turnamen, Prancis, jika tim Didier Deschamps mampu melewati Swedia.
Enciso, yang ditarik keluar karena cedera di babak kedua, mengakui tantangan di depan. "Mereka adalah tim yang sangat bagus, dengan pemain-pemain di level tertinggi. Tidak perlu menyebut nama mereka, mereka adalah bintang. Mereka memenangkan segalanya dan kami akan mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka seperti itu," kata pemain Strasbourg itu.
"Kami juga memiliki kekuatan kami sendiri, dan dengan gaya permainan kami, kami akan mencoba mempersulit lawan mana pun," lanjutnya.
Kemenangan di babak selanjutnya akan memungkinkan Paraguay menyamai hasil terbaik mereka di Piala Dunia, yakni mencapai perempat final pada 2010 sebelum kalah dari juara bertahan Spanyol. Enciso mengaitkan keberhasilan ini dengan mentalitas tanpa rasa takut tim. "Kami sangat menghormati mereka karena kami mengenal pemain mereka. Mereka memiliki beberapa pemain yang sangat bagus. Tapi kami tidak takut pada siapa pun," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jerman Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia Usai Kalah Adu Penalti dari Paraguay
Drama Adu Penalti, Paraguay Singkirkan Jerman ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti di Piala Dunia 2026
Belanda Hadapi Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Duel Lini Tengah Jadi Kunci