Chelsea dikabarkan tengah menyiapkan tawaran senilai 30 juta euro untuk merekrut gelandang Sunderland, Granit Xhaka. Langkah ini merupakan permintaan khusus dari calon manajer baru klub, Xabi Alonso, yang akan resmi menjabat pada 1 Juli mendatang.
Keduanya pernah bekerja sama di Bayer Leverkusen dan sukses meraih gelar Bundesliga serta DFB-Pokal pada musim 2023/2024. Jurnalis Italia Luca Cerchione melalui media sosial X mengonfirmasi bahwa tawaran awal tersebut sudah disiapkan manajemen Chelsea.
Xhaka bergabung dengan Sunderland dari Leverkusen pada musim panas 2025 dengan nilai transfer 17,3 juta poundsterling. Gelandang berusia 33 tahun itu langsung menjadi pilar penting, tampil sebagai starter dalam 32 pertandingan Liga Inggris musim lalu dengan catatan satu gol dan enam asis. Ia juga membawa Sunderland finis di peringkat ketujuh dan lolos ke Liga Europa.
Meski demikian, Sunderland dikabarkan tidak akan meladeni tawaran apa pun. Sang kapten masih terikat kontrak jangka panjang hingga 2028. Namun, Sky Sport Germany dan Blick melaporkan bahwa Xhaka telah mencapai kesepakatan verbal mengenai persyaratan pribadi dengan Chelsea.
Xhaka sendiri menaruh hormat tinggi terhadap metode kepelatihan Alonso. "Dia bukan pelatih yang melihat nama atau status pemain, soal siapa yang lebih tua atau lebih muda, atau siapa yang lebih banyak bermain," ujar Xhaka. Ia menambahkan bahwa Alonso memberikan kesempatan yang sama kepada setiap pemain berdasarkan performa latihan. "Selama seminggu, dia memikirkan siapa yang layak bermain di akhir pekan karena mereka berlatih dengan baik. Dia memberi setiap pemain kesempatan untuk membuktikan pentingnya mereka bagi tim."
Mantan penggawa Arsenal itu juga menilai pengalaman Alonso sebagai mantan pemain kelas dunia sangat membantu membangun kepercayaan diri tim. "Dia memiliki pengalaman sebagai pemain untuk memberikan kepercayaan kepada semua orang. Itulah mengapa kami tampil seperti ini," kata Xhaka.
Rekomendasi dari Peter Schmeichel
Performa impresif Xhaka bersama Sunderland juga menarik perhatian mantan kiper Manchester United, Peter Schmeichel. Dalam siniar The Good, The Bad & The Football, Schmeichel menyarankan mantan klubnya untuk merekrut Xhaka. "Saya pikir kita harus pergi dan merekrut Xhaka," ujarnya.
Schmeichel berargumen bahwa United perlu membangun struktur skuad yang solid di sekitar pemain muda potensial. "Yang kita butuhkan dan tidak benar-benar miliki selain Harry dan Bruno di tim itu adalah kepemimpinan yang tepat," katanya. Ia memuji kontribusi Xhaka di Sunderland. "Ketika saya melihat apa yang dilakukan Xhaka untuk Sunderland, Xhaka adalah alasan mereka berada di posisi mereka sekarang. Dia benar-benar luar biasa, kualitas kepemimpinannya hebat, dia bisa bermain di 80 persen pertandingan, dia pemain yang sangat bagus."
Nicky Butt menambahkan pandangannya mengenai peran Xhaka jika bergabung dengan tim besar. "Xhaka akan datang dan berkata saya tidak akan bermain di setiap pertandingan, tapi dia akan membawa banyak hal bagi skuad," ujar Butt.
Saat ini, Granit Xhaka sedang fokus membela tim nasional Swiss di Piala Dunia 2026, setelah berhasil membawa negaranya lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup.
Artikel Terkait
Marc Marquez Dukung Larangan Holeshot Device, Tapi Khawatir soal Start MotoGP Belanda 2026
Lewis Hamilton Tersentuh Neymar Jr Tiru Unggahannya
28 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Empat Slot Tersisa
Sprint Race Assen: Bezzecchi Kokoh di Puncak, Raul Fernandez Menangi Balapan