Persib Bandung resmi mengakhiri kerja sama dengan gelandang muda Robi Darwis setelah empat musim berseragam Maung Bandung. Keputusan yang diambil di tengah persiapan menyambut era baru di bawah pelatih Igor Tolic ini langsung memicu spekulasi di bursa transfer nasional, mengingat status Robi sebagai pemain Timnas Indonesia U-22 yang masih memiliki potensi besar untuk berkembang.
Bagi PSM Makassar, situasi ini dinilai sebagai peluang yang tidak boleh disia-siakan. Pelatih baru Juku Eja, Darije Kalezic, dikenal luas sebagai pelatih yang gemar membangun tim dengan memadukan pemain muda dan pemain berpengalaman. Selama menangani sejumlah klub sebelumnya, pelatih asal Bosnia dan Herzegovina itu tak segan memberikan kesempatan kepada talenta muda yang dinilai memiliki prospek cerah. Karakter inilah yang membuat nama Robi Darwis dianggap sangat sesuai dengan proyek pembangunan ulang skuad PSM untuk musim 2026/2027.
PSM sendiri tengah berada dalam fase regenerasi besar-besaran. Sejumlah pemain, baik lokal maupun asing, sudah dipastikan berpisah dengan klub. Nama-nama seperti Reza Arya Pratama, Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, Alex Tanque, Daffa Salman, hingga Sulthan Zaky telah masuk dalam daftar pemain yang dilepas. Belum lagi masa depan beberapa pemain inti lainnya yang masih belum menemui kejelasan. Situasi ini membuat Darije Kalezic membutuhkan pemain yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki fleksibilitas dan masih bisa berkembang dalam jangka panjang.
Robi Darwis memenuhi hampir seluruh kriteria yang dibutuhkan. Selama berseragam Persib, pemain asal Cianjur itu memang tidak selalu menjadi pilihan utama. Namun, setiap kali mendapatkan kesempatan bermain, ia mampu menunjukkan kedisiplinan dan etos kerja yang baik. Kemampuannya bermain di beberapa posisi menjadi nilai lebih. Selain beroperasi sebagai gelandang bertahan, Robi juga beberapa kali dimainkan sebagai bek kanan maupun gelandang tengah sesuai kebutuhan tim. Fleksibilitas seperti ini menjadi aset penting dalam sepak bola modern, terutama bagi pelatih seperti Darije Kalezic yang dikenal senang menggunakan variasi taktik sepanjang musim.
Perjalanan Robi di Persib dimulai pada musim 2022/2023 ketika berhasil menembus tim utama. Di musim debutnya, ia tampil dalam 17 pertandingan dengan kontribusi satu gol dan satu assist dari total sekitar 1.000 menit bermain. Musim berikutnya tidak berjalan semulus harapan setelah menit bermainnya berkurang. Ia sempat menjalani masa peminjaman bersama Dewa United untuk menambah pengalaman. Meski demikian, Robi tetap kembali ke Persib dan menjadi bagian dari skuad dalam dua musim terakhir. Pada musim 2024/2025, ia kembali mencatatkan 17 pertandingan dengan satu assist. Sedangkan pada Super League 2025/2026, Robi tampil dalam 16 pertandingan dan kembali menyumbangkan satu assist.
Pengalaman internasionalnya juga menjadi nilai tambah. Robi sempat tampil di AFC Champions League Two dalam dua musim berbeda bersama Persib. Pengalaman menghadapi klub-klub Asia tentu menjadi bekal berharga bagi pemain yang baru berusia awal 20-an tersebut.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengakui keputusan berpisah dengan Robi bukan karena persoalan kualitas pemain. Menurutnya, Persib menghormati keinginan sang pemain untuk mencari klub yang dapat memberinya kesempatan bermain lebih banyak.
“Robi adalah salah satu pemain muda potensial hasil pembinaan Persib yang telah menunjukkan dedikasi dan perkembangan yang sangat baik selama bersama kami. Ketika ia memilih mengambil tantangan baru, Persib menghormati keputusan tersebut dan berharap Robi mendapatkan kesempatan bermain lebih besar sehingga dapat terus berkembang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Robi meninggalkan Persib bukan karena gagal bersaing, melainkan demi mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten. Di sinilah peluang PSM Makassar sebenarnya terbuka lebar. Darije Kalezic sedang membutuhkan pemain-pemain muda yang lapar akan kesempatan membuktikan diri. Sementara Robi membutuhkan klub yang mampu memberinya kepercayaan bermain secara reguler. Kolaborasi tersebut berpotensi saling menguntungkan.
Dengan usia yang masih muda, pengalaman bermain di Super League, pengalaman di kompetisi Asia, serta status sebagai pemain Timnas Indonesia U-22, Robi Darwis memiliki paket yang lengkap untuk menjadi investasi jangka panjang. Apalagi, PSM selama ini dikenal sebagai salah satu klub yang mampu mengembangkan pemain muda menjadi pemain nasional.
Tentu hingga kini belum ada informasi resmi yang mengaitkan Robi Darwis dengan PSM Makassar. Namun, melihat kebutuhan skuad Juku Eja yang sedang melakukan regenerasi dan karakter pelatih Darije Kalezic yang gemar mengembangkan talenta muda, nama Robi layak masuk dalam daftar pemain yang patut dipertimbangkan pada bursa transfer musim ini. Jika transfer tersebut benar-benar bisa diwujudkan, PSM bukan hanya mendapatkan tambahan kualitas di lini tengah, tetapi juga memperoleh aset muda yang berpotensi menjadi salah satu pemain penting bagi klub dalam beberapa musim mendatang.
Artikel Terkait
Chelsea Siapkan Tawaran 30 Juta Euro untuk Granit Xhaka, Permintaan Khusus Xabi Alonso
Marc Marquez Dukung Larangan Holeshot Device, Tapi Khawatir soal Start MotoGP Belanda 2026
Lewis Hamilton Tersentuh Neymar Jr Tiru Unggahannya
28 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Empat Slot Tersisa