Yuran Fernandes Hengkang dari PSM Makassar, Nenad Lalic Masuk Radar Pengganti

- Kamis, 25 Juni 2026 | 13:00 WIB
Yuran Fernandes Hengkang dari PSM Makassar, Nenad Lalic Masuk Radar Pengganti

Kontrak Yuran Fernandes di PSM Makassar telah berakhir pada 31 Mei 2026, dan hingga kini belum ada tanda-tanda perpanjangan kerja sama. Di tengah ketidakpastian itu, rumor kepindahan bek asal Tanjung Verde tersebut ke Persebaya Surabaya semakin menguat. Beberapa akun yang memantau bursa transfer bahkan menyebut Yuran sudah berada di Surabaya untuk merampungkan proses kepindahannya. Kedekatannya dengan Bernardo Tavares disebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat pemain berusia 31 tahun itu tertarik bergabung dengan Green Force.

Jika rumor itu benar, PSM tidak hanya kehilangan seorang pemain asing. Pasukan Ramang kehilangan figur sentral yang selama ini menjadi poros utama pertahanan mereka. Yuran bukan sekadar bek biasa. Ia adalah kapten yang mengorganisasi permainan sekaligus ancaman mematikan dalam situasi bola mati. Kepergiannya akan meninggalkan lubang besar di lini belakang.

Namun, di saat satu pintu mulai tertutup, pintu lain mulai terbuka. Nama Nenad Lalic kini muncul sebagai kandidat kuat pengganti Yuran. Bek tengah asal Serbia berusia 27 tahun itu mulai ramai dikaitkan dengan PSM setelah sejumlah akun pemantau transfer menyebut pemain bertinggi 197 sentimeter itu masuk dalam radar tim asuhan Darije Kalezic.

Sekilas, profil Lalic memang langsung mengingatkan publik pada Yuran Fernandes. Keduanya memiliki tinggi badan yang sama, beroperasi sebagai bek tengah, dan dikenal memiliki kemampuan membantu serangan melalui bola mati. Kesamaan itu membuat spekulasi mengenai peran Lalic sebagai pengganti Yuran semakin masuk akal.

Dalam sepak bola modern, tinggi badan menjadi salah satu atribut penting bagi seorang bek tengah. Liga Indonesia sendiri masih sangat mengandalkan duel udara, baik saat bertahan maupun menyerang. Pemain dengan postur mendekati dua meter selalu memiliki nilai tambah yang besar. PSM merasakan manfaat itu selama beberapa musim terakhir melalui Yuran. Ia sering menjadi penyelamat ketika menghadapi serangan bola atas lawan, dan sebaliknya, berubah menjadi senjata mematikan di kotak penalti lawan saat PSM mendapatkan tendangan sudut atau tendangan bebas.

Nenad Lalic memiliki karakteristik serupa. Dengan tinggi 197 sentimeter, ia dikenal kuat dalam duel udara dan memiliki kemampuan membaca arah bola dengan baik. Kualitas seperti itulah yang kemungkinan dicari PSM apabila benar harus berpisah dengan sang kapten.

Namun yang membuat Lalic menarik bukan hanya soal postur. Sepanjang karier profesionalnya, pemain asal Serbia itu juga menunjukkan kemampuan berkontribusi dalam serangan. Hingga usia 27 tahun, ia telah mencetak enam gol bersama berbagai klub yang pernah dibelanya. Bagi seorang bek tengah, catatan tersebut cukup menjanjikan. Artinya, ia bukan sekadar pemain yang fokus menghentikan serangan lawan, tetapi juga memiliki potensi menjadi pembeda dalam situasi bola mati.

Kualitas lain yang membuat namanya menarik adalah fleksibilitas bermain. Selain beroperasi sebagai bek tengah, Lalic juga mampu dimainkan sebagai gelandang bertahan. Bagi Darije Kalezic, kemampuan seperti itu tentu sangat berharga. Kompetisi panjang menuntut sebuah tim memiliki pemain yang mampu beradaptasi dengan berbagai situasi. Cedera, akumulasi kartu, hingga perubahan taktik sering memaksa pelatih mencari solusi instan. Dalam kondisi seperti itu, pemain multifungsi menjadi aset yang sulit dicari.

Jika transfer ini benar-benar terjadi, maka Lalic berpotensi menjadi bagian penting dari wajah baru lini belakang PSM Makassar. Saat ini, Pasukan Ramang telah memiliki dua pemain yang diproyeksikan menjadi tulang punggung pertahanan musim depan, yakni Dusan Lagator dan Aloisio Neto. Lagator menawarkan karakter petarung khas pemain Balkan: agresif, kuat dalam duel, dan memiliki determinasi tinggi. Sementara Neto membawa pengalaman serta ketenangan dalam mengatur garis pertahanan.

Apabila Nenad Lalic bergabung, maka PSM akan memiliki kombinasi yang cukup menarik. Lagator menjadi sosok pekerja keras yang agresif. Neto menawarkan kepemimpinan dan pengalaman. Sedangkan Lalic menghadirkan dominasi udara serta fleksibilitas bermain. Ketiganya berpotensi membentuk fondasi pertahanan yang kokoh untuk menghadapi musim baru. Bahkan jika Darije Kalezic menerapkan skema tiga bek tengah, kombinasi tersebut bisa menjadi salah satu lini pertahanan paling berpengalaman dan tangguh di kompetisi.

Yang tak kalah penting, Lalic datang dengan status bebas transfer. Setelah menyelesaikan masa baktinya bersama klub Thailand, Nakhon Ratchasima FC, ia kini berstatus tanpa klub. Situasi itu tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi PSM yang selama ini dikenal cukup berhitung dalam mengelola anggaran tim. Meski berstatus bebas transfer, kualitasnya tidak bisa dianggap remeh. Musim lalu, ia tampil reguler bersama klub Thailand tersebut dengan catatan 30 pertandingan di berbagai kompetisi. Dari total 2.544 menit bermain, ia berhasil mencetak tiga gol. Statistik itu menunjukkan bahwa ia bukan pemain pelengkap skuad, melainkan sosok yang mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatihnya.

Namun di balik semua spekulasi itu, satu hal tetap perlu diingat. Sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi dari PSM Makassar maupun pihak Nenad Lalic terkait kemungkinan transfer tersebut. Semua masih berada di ranah rumor dan spekulasi bursa transfer.

Akan tetapi, jika Yuran Fernandes benar-benar meninggalkan Makassar, maka kebutuhan akan bek tengah baru menjadi sesuatu yang tak bisa ditunda. PSM membutuhkan sosok yang mampu menjaga identitas permainan mereka. Tim ini selama bertahun-tahun dikenal memiliki pertahanan yang kuat, disiplin, dan sulit ditembus. Nenad Lalic mungkin tidak akan langsung menggantikan seluruh pengaruh Yuran Fernandes. Tetapi dari profil, pengalaman, hingga karakter bermain yang dimilikinya, bek asal Serbia itu tampak memiliki banyak syarat untuk menjadi bagian dari generasi baru pertahanan Pasukan Ramang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar