Jude Bellingham Pecahkan Rekor Wayne Rooney di Piala Dunia 2026

- Rabu, 24 Juni 2026 | 16:34 WIB
Jude Bellingham Pecahkan Rekor Wayne Rooney di Piala Dunia 2026

Jude Bellingham resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah timnas Inggris setelah menjadi pemain termuda yang mencapai 50 penampilan internasional. Gelandang Real Madrid berusia 22 tahun 359 hari itu memecahkan rekor legenda Manchester United, Wayne Rooney, yang sebelumnya memegang rekor tersebut selama hampir dua dekade.

Bellingham Lampaui Rekor Legenda Manchester United

Rekor 50 caps yang sebelumnya dipegang Wayne Rooney pada usia 23 tahun 159 hari kini resmi terhapuskan. Bellingham mencatatkan pencapaian tersebut saat tampil sebagai starter dalam laga Grup L Piala Dunia 2026 melawan Ghana di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.

Gelandang serang kelahiran Stourbridge itu membutuhkan waktu lebih dari lima tahun sejak debutnya pada November 2020 untuk mencapai angka setengah abad penampilan bersama The Three Lions. Debut sensasional Bellingham di usia 17 tahun saat melawan Irlandia dalam laga persahabatan langsung mencuri perhatian publik sepak bola Inggris.

Perjalanan Bellingham dari pemain muda Birmingham City hingga menjadi andalan di lini tengah Inggris dan Real Madrid terbilang fenomenal. Ia sempat menimba ilmu di akademi Birmingham City sebelum pindah ke Borussia Dortmund pada 2020 dengan biaya transfer awal yang memecahkan rekor klub.

Rooney sendiri mencatatkan 50 caps pertamanya pada 2009 saat dirinya masih menjadi bintang utama Manchester United. Kini Bellingham berhasil melewati pencapaian tersebut di usia yang lebih muda, menandai era baru dominasi generasi muda di tubuh skuad Inggris.

Penampilan Solid di Tengah Hasil Imbang Melawan Ghana

Pertandingan melawan Ghana menjadi laga spesial bagi Bellingham meski Inggris gagal meraih kemenangan. The Three Lions harus puas bermain imbang 0-0 setelah pertahanan rapat Ghana yang dikomandoi Carlos Queiroz tampil disiplin sepanjang laga di Stadion Boston.

Thomas Tuchel selaku pelatih Inggris mengakui Ghana memberikan ujian berat bagi timnya. Pertahanan agresif dan terstruktur dari tim asal Afrika itu membuat Harry Kane dan kolega kesulitan menembus pertahanan lawan, dikutip dari Liputan6 (24/6/2026).

"Saya sudah melihat ini akan terjadi, saya tahu pertandingan ini bisa menjadi sulit. Saya hampir tidak pernah melihat tim bertahan dengan fisik dan komitmen seperti yang dilakukan Ghana, jadi kredit penuh untuk mereka," ujar Thomas Tuchel dikutip dari Liputan6.

Tuchel menyebut timnya telah berusaha maksimal namun keberuntungan belum berpihak. Inggris mencatatkan sejumlah tembakan dan umpan silang, termasuk peluang emas melalui Harry Kane, namun belum ada yang berhasil berujung gol pada laga tersebut.

Hasil imbang ini membuat Inggris mengoleksi empat poin dari dua laga di Grup L. The Three Lions masih memiliki satu pertandingan penentuan melawan Panama pada 28 Juni 2026 mendatang untuk memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pilar Masa Depan Sepak Bola Inggris

Pencapaian Bellingham menunjukkan betapa pentingnya perannya di skuad Inggris saat ini. Sejak debut senior pada usia 17 tahun, ia telah menjadi elemen kunci di lini tengah dan tampil gemilang di Euro 2024 serta Piala Dunia 2026.

Konsistensi Bellingham di level tertinggi bersama Real Madrid turut mendukung perkembangannya. Gelandang dengan visi permainan luas dan kemampuan mencetak gol dari lini kedua itu menjadi salah satu pemain termahal dan paling berharga di dunia saat ini dengan nilai transfer mencapai angka fantastis.

Dengan usia yang masih sangat muda untuk ukuran pesepak bola, Bellingham berpotensi melampaui rekor penampilan internasional Peter Shilton yang mencapai 125 caps. Ia juga bisa mengejar torehan Rooney sebagai top skor sepanjang masa Inggris dengan 53 gol jika terus menjaga kebugaran dan performa.

Pengamat sepak bola menilai Bellingham memiliki modal fisik dan mental yang kuat untuk menjadi legenda sesungguhnya. Kombinasi antara teknik tinggi, kecerdasan taktik, dan kepemimpinan di lapangan membuatnya berbeda dari pemain seusianya.

Persaingan Grup L Semakin Ketat

Dengan hasil imbang melawan Ghana, Inggris kini berada di posisi yang relatif aman namun belum sepenuhnya aman di Grup L. Kroasia memimpin klasemen dengan tiga poin usai mengalahkan Panama, sementara Ghana mengoleksi empat poin dari dua hasil imbang.

Laga melawan Panama pada 28 Juni 2026 akan menjadi penentu bagi Inggris untuk mengamankan tiket ke babak gugur. Tuchel menargetkan kemenangan untuk memastikan kelolosan The Three Lions tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan lain.

Panama sendiri masih memiliki peluang tipis untuk lolos meski dalam tekanan setelah kekalahan dari Kroasia. Situasi ini membuat pertandingan pekan depan menjadi duel hidup mati yang menegangkan bagi seluruh kontestan Grup L.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags