Nottingham Forest vs Aston Villa: Derby Inggris di Semifinal Liga Europa, Dua Klub Berburu Tiket Final Bersejarah

- Kamis, 30 April 2026 | 09:30 WIB
Nottingham Forest vs Aston Villa: Derby Inggris di Semifinal Liga Europa, Dua Klub Berburu Tiket Final Bersejarah

NOTTINGHAM Malam nanti, City Ground bakal jadi saksi. Leg pertama semifinal Liga Europa antara Nottingham Forest dan Aston Villa. Derby Inggris, pasti panas.

Sepanjang musim, Forest bergulat dengan bayang-bayang degradasi Premier League. Makanya, nggak banyak yang menyangka mereka bisa melangkah sejauh ini. Tapi ya, itulah sepak bola.

Vítor Pereira, pelatih keempat yang menukangi Forest musim ini, sepertinya punya resep ajaib. Timnya bukan cuma selamat dari jerat degradasi, tapi juga berpeluang besar menembus final kompetisi Eropa. Penantian panjang, setelah puluhan tahun nggak pernah ngerasain lagi.

Forest punya sejarah mentereng. Mereka juara Piala Champions sekarang Liga Champions dua kali berturut-turut: 1978/1979 dan 1979/1980. Waktu itu, Brian Clough yang jadi arsitek. Mereka bungkam Malmö FF di 1979, lalu giliran Hamburger SV tumbang setahun berselang. Tapi setelahnya? Nihil. Nggak pernah sekalipun tembus final lagi.

Kesempatan langka ini jelas nggak bakal disia-siakan. Dan mereka mulai dari kandang sendiri.

Modalnya lumayan: kemenangan telak 5-0 di markas Sunderland akhir pekan lalu. Tapi Pereira sadar, ini laga berat. "Villa tim kuat. Kami baru saja bertemu mereka beberapa hari lalu, dan itu nggak mudah. Mereka tim Liga Champions. Tapi kami siap," katanya tegas di situs UEFA.

Bek Forest, Neco Williams, setim dengan pelatihnya. "Ini bakal pertandingan yang sangat sulit. Tapi kami percaya diri, yakin, dan akan masuk ke lapangan dengan target menang," ujarnya.

Di sisi lain, Aston Villa punya catatan superior atas Forest di liga domestik. Dari segi head-to-head, Villa unggul 64 kemenangan, sementara Forest cuma 40, plus 32 hasil imbang. Bulan ini, mereka bermain imbang 1-1 di City Ground. Pereira berharap hasilnya lebih baik kali ini soalnya, timnya belum pernah menang dalam sepuluh laga tandang ke Villa Park.

Tapi Villa jelas nggak mau kalah gampang. Apalagi, mereka juga punya mimpi: tembus final untuk pertama kalinya sejak Tony Barton membawa klub Birmingham itu juara Liga Champions tahun 1982.

"Kompetisi Eropa sangat berarti buat kami. Saya punya banyak pengalaman di sini sebagai pelatih. Sekarang, saya ingin merasakannya lagi bersama pemain dan suporter Aston Villa," kata Unai Emery, pelatih Villa.

Emery menyebut laga ini istimewa. "Forest juga punya sejarah di Eropa, mereka juara Piala Eropa seperti kami. Jadi ini spesial buat mereka dan buat kami. Kami akan menikmati semifinal ini," ujarnya.

Ollie Watkins, penyerang Villa, nggak mau meremehkan Forest. "Dua pertemuan terakhir menunjukkan mereka selalu merepotkan. Ini bakal sulit. Kami sudah main dua kali musim ini menang 3-1 di kandang, imbang 1-1 tandang dan itu nggak gampang. Tapi kami fokus, nikmati prosesnya," tegasnya.

Soal cedera, Villa masih tanpa Boubacar Kamara dan Alysson. Amadou Onana juga masih diragukan setelah absen lawan Fulham karena masalah lutut. Di luar tiga nama itu, Emery nggak punya masalah berarti. Youri Tielemans, Morgan Rogers, John McGinn, dan Emiliano Buendia siap mendukung Watkins yang sudah mencetak tiga gol dalam dua laga tandang terakhir Villa di Liga Europa.

Forest justru lebih parah. Callum Hudson-Odoi, Murillo, John Victor, Nicolo Savona, Willy Boly, Luca Netz semua absen. Jair Cunha juga masih dipantau setelah cedera bahu saat lawan Sunderland.

Harapan tuan rumah bertumpu pada Morgan Gibbs-White. Performanya lagi on fire: lima gol dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi. Belum lagi Igor Jesus, top skor Liga Europa musim ini dengan tujuh gol. Dia bakal jadi senjata andalan.

Prakiraan Pemain

Nottingham Forest (4-2-3-1): Ortega; Aina, Milenković, Morato, Williams; Anderson, Sangaré; Hutchinson, Gibbs-White, Ndoye; Igor Jesus

Aston Villa (4-2-3-1): Martínez; Cash, Konsa, Pau Torres, Digne; Bogarde, Tielemans; McGinn, Rogers, Buendia; Watkins

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar