Delegasi Sepak Bola Iran Batal Hadiri Kongres FIFA di Kanada Setelah Ditolak Imigrasi karena Afiliasi dengan Garda Revolusi

- Kamis, 30 April 2026 | 09:30 WIB
Delegasi Sepak Bola Iran Batal Hadiri Kongres FIFA di Kanada Setelah Ditolak Imigrasi karena Afiliasi dengan Garda Revolusi

TORONTO Sebuah drama diplomatik kecil terjadi di Bandara Toronto pekan ini. Delegasi federasi sepak bola Iran, yang kabarnya membawa serta mantan anggota Korps Garda Revolusi Islam, memutuskan untuk langsung balik kanan. Mereka mengaku diperlakukan semena-mena oleh petugas imigrasi Kanada. Akibatnya, mereka dipastikan batal hadir di pertemuan pra-Piala Dunia FIFA di Vancouver.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan kejadian ini dengan nada geram. Disebutkan, rombongan yang dipimpin presiden federasi Mehdi Taj, sekretaris jenderal Hedayat Mombeni, dan wakilnya Hamed Momeni, sudah mengantongi visa sah. Tapi begitu tiba di Toronto, mereka mengaku dihadapi dengan sikap yang menurut mereka sama sekali tidak bisa diterima.

Padahal, tujuan mereka mulia: menghadiri Kongres FIFA yang dijadwalkan pada Kamis. Tapi urusan di imigrasi membuat semuanya buyar.

Federasi sepak bola Iran langsung mengeluarkan pernyataan keras. Isinya kurang lebih begini:

“Meskipun Mehdi Taj, presiden, Hedayat Mombeni, sekretaris jenderal, dan Hamed Momeni, wakil sekretaris jenderal federasi, telah melakukan perjalanan ke Toronto dengan visa resmi untuk menghadiri Kongres FIFA, mereka kembali ke Turki dengan penerbangan pertama yang tersedia karena perilaku petugas imigrasi yang tidak dapat diterima di bandara dan penghinaan terhadap salah satu organ paling terhormat dari angkatan bersenjata bangsa Iran.”

Nah, soal Taj ini bukan orang sembarangan. Dia adalah mantan anggota Garda Revolusi Iran (IRGC), sebuah kelompok yang dikenal garis keras. Dan di Kanada, status IRGC sudah jelas: organisasi teroris sejak Juni 2024.

Pemerintah Kanada, lewat pernyataan resmi, tidak mau banyak bicara soal detail kasus. “Meskipun kami tidak dapat mengomentari kasus individual karena undang-undang privasi, pemerintah telah jelas dan konsisten: pejabat IRGC tidak dapat diterima di Kanada dan tidak memiliki tempat di negara kami,” bunyi pernyataan itu.

Mereka juga menambahkan, “Kami telah mengambil tindakan tegas untuk meminta pertanggungjawaban IRGC dan akan terus melakukannya, sambil melindungi keselamatan warga Kanada dan menjunjung tinggi integritas sistem imigrasi kami.”

Di sisi lain, Menteri Keamanan Publik Kanada Gary Anandasangaree juga angkat bicara. Dia bilang tidak bisa mengomentari kasus spesifik karena undang-undang privasi. Tapi dia menegaskan lagi: anggota Garda Revolusi memang tidak diterima di Kanada.

Insiden yang terjadi hari Selasa ini sebenarnya lebih dari sekadar urusan imigrasi. Ini menyoroti betapa rumitnya posisi Iran di panggung sepak bola dunia, apalagi sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada bulan Februari. Piala Dunia jadi barang yang paling sensitif secara politik dalam agenda FIFA saat ini.

Pusat Hak Asasi Manusia Raoul Wallenberg ikut angkat bicara. Mereka mengungkapkan sesuatu yang menarik: “Pemerintah Kanada telah memberikan izin khusus kepada Taj untuk memasuki Kanada untuk acara FIFA. Jika tidak, ia akan ditolak karena afiliasinya dengan IRGC, yang secara resmi diakui Kanada sebagai entitas teroris pada Juni 2024.”

Mereka juga mengkritik keputusan itu. “Kasus ini seharusnya mudah. Keputusan untuk mengizinkannya masuk sama sekali sangat mengkhawatirkan. Hal itu merusak penetapan IRGC oleh Kanada sebagai entitas teroris dan bertentangan dengan komitmen negara kita untuk memerangi impunitas atas pelanggaran hak asasi manusia yang serius di Iran.”

Jadi, pada akhirnya, yang terjadi adalah benturan antara kepentingan olahraga dan politik luar negeri. Dan yang jadi taruhannya bukan cuma gengsi, tapi juga prinsip. (amr)

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar