Indonesia Gagal Total di Fase Grup Piala Thomas 2026, Ulangi Rekor Buruk 14 Tahun Lalu

- Rabu, 29 April 2026 | 05:00 WIB
Indonesia Gagal Total di Fase Grup Piala Thomas 2026, Ulangi Rekor Buruk 14 Tahun Lalu

HARIAN, DENMARK – Indonesia angkat koper lebih awal. Lagi. Tim bulu tangkis Merah Putih harus menerima kenyataan pahit setelah gagal total di fase grup Piala Thomas 2026. Kejadiannya di Forum Horsens, Denmark. Hasil ini mengulang rekor buruk yang sudah 14 tahun lalu tercipta. Pedih.

Kekalahan dramatis itu datang dari pasangan ganda putra, Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi. Mereka tumbang di tangan wakil Prancis, Eloi Adam dan Leo Rossi. Skornya 19-21, 19-21. Pertandingan berlangsung Rabu (29/4/2026). Kekalahan ini jadi paku terakhir di peti mati asa Indonesia di ajang bergengsi ini.

Sebelum laga ganda putra itu, sektor tunggal sudah lebih dulu kolaps. Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting tiga nama besar kalah beruntun. Satu per satu. Tanpa ampun.

Akibatnya, posisi Indonesia di klasemen akhir Grup D hanya cukup untuk duduk di peringkat ketiga. Di atas kami ada Thailand sebagai pemuncak grup, disusul Prancis di posisi kedua. Ironis memang. Kami datang sebagai unggulan Pot 1, tapi pulang dengan tangan hampa.

Menurut catatan, ini adalah kekalahan perdana Sabar/Reza dari pasangan Prancis yang berada di peringkat 52 dunia. Bayangkan. Peringkat 52. Bukan lawan yang tak terkalahkan. Tapi di lapangan, segalanya bisa terjadi. Dan terjadi.

Kegagalan ini sekaligus memastikan Indonesia yang sebelumnya duduk manis di Pot 1 undian gagal melaju ke babak selanjutnya. Sebuah kemunduran yang cukup mengejutkan.

Rekor Buruk dan Harapan yang Sirna

Sejak 2012, Indonesia selalu berhasil melewati fase grup. Hasil terburuk saat itu adalah tersingkir di perempat final. Bahkan dua tahun lalu, tim Merah Putih tampil perkasa sebagai juara Grup C dan hanya kalah di final dari China dengan skor 1-3. Tapi sekarang? Ceritanya lain.

Laga antara Alfian/Mohammad Fikri melawan Christo Popov dan Toma Junior Popov sebenarnya sudah tidak menentukan apa-apa. Hasil pertandingan itu hanya formalitas. Saat pasangan Indonesia masuk lapangan, Alfian tampak meneteskan air mata. Tekanan dan kekecewaan begitu terasa. Sulit disembunyikan.

Di sisi lain, Thailand tampil tanpa cela. Mereka memastikan posisi puncak Grup D setelah menang telak 5-0 atas Aljazair. Hasil itu sekaligus menutup rapat peluang Indonesia untuk melanjutkan perjuangan di Piala Thomas 2026. Habis sudah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar