Kesalahan Kecil Akhiri Balapan Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika

- Selasa, 31 Maret 2026 | 16:30 WIB
Kesalahan Kecil Akhiri Balapan Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika
Balapan Moto3 Amerika 2026

JAKARTA – Harapan itu sirna dalam sekejap. Veda Ega Pratama, yang tampil begitu meyakinkan di awal balapan Moto3 Amerika, justru harus mengakhiri lomba dengan cara yang pahit. Pembalap Indonesia itu terlibat kecelakaan saat sedang bertarung di barisan depan, gagal meraih poin sama sekali. Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, dengan nada kecewa menyebut insiden ini berawal dari sebuah kesalahan kecil yang mahal harganya.

Balapan di Circuit of the Americas, Minggu (29/3) waktu setempat, sebenarnya menjanjikan awal yang bagus untuk Veda. Start dari grid keempat, dia langsung nyemplung ke dalam persaingan sengit melawan para pembalap tercepat. Suasana tegang, adu kecepatan, dan strategi pun berlangsung sejak lampu hijau.

Namun begitu, semua potensi itu buyar di lap kelima. Veda kehilangan kendali atas motornya. Sebuah kesalahan, mungkin terlihat sepele dari luar, berujung pada kecelakaan yang memaksanya keluar dari lintasan. Balapannya berakhir lebih cepat dari yang direncanakan.

Hiroshi Aoyama tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. Menurutnya, kedua pembalap timnya punya modal besar untuk meraih hasil yang jauh lebih baik hari itu.

“Ini adalah akhir balapan yang sangat mengecewakan, karena kedua pembalap memiliki potensi untuk meraih hasil yang bagus,” ujar Aoyama.

Secara khusus, ia memuji performa Veda. Kecepatan dan kepercayaan dirinya untuk bertahan di papan atas terlihat jelas. Meski sempat terlempar dari grup utama, Veda mampu membalikkan keadaan dan mengejar ketertinggalan. Sayangnya, momentum itu terputus sebelum berbuah hasil.

“Dia mampu bersaing dengan pembalap terdepan. Setelah sempat kehilangan posisi, dia pulih dengan baik dan mengejar kembali. Sayangnya, kesalahan kecil membuatnya terjatuh. Ini sangat disayangkan karena dia punya kecepatan untuk balapan yang sangat baik,” lanjutnya.

Insiden di Texas ini jelas sebuah kemunduran. Bagaimana tidak? Dua seri sebelumnya, Veda menunjukkan tren naik yang impresif: finis kelima di Thailand dan yang lebih spektakuler, naik podium ketiga di Brasil. Sebuah sejarah yang dibangun dengan susah payah.

Di sisi lain, nasib buruk juga menimpa rekan setimnya, Zen Mitani. Pembalap asal Jepang itu sempat mengintip peluang meraih poin perdana musim ini. Tapi lagi-lagi, kesalahan di tikungan merenggut kesempatannya. Dia pun gagal finis.

Meski penuh kekecewaan, Aoyama mencoba melihat sisi lain. Baginya, hari yang suram ini adalah bagian dari proses belajar yang tak terhindarkan bagi para rookie.

“Kedua pembalap bisa belajar dari hasil hari ini. Ini adalah bagian dari perkembangan mereka,” tegasnya.

Setelah serangkaian balapan yang padat, tim kini mendapat jeda singkat untuk bernapas. Target selanjutnya adalah bangkit di seri keempat. Perlombaan akan kembali digelar di Circuito de Jerez, Spanyol, pada 24-26 April 2026.

Aoyama berharap, jeda ini bisa dimanfaatkan untuk introspeksi dan persiapan yang lebih matang. Supaya di Spanyol nanti, timnya bisa tampil lebih kuat dan menghindari kesalahan-kesalahan yang merugikan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar