Nottingham Forest Pecat Sean Dyche, Gelombang PHK Pelatih Terus Melanda Liga Inggris

- Kamis, 12 Februari 2026 | 12:30 WIB
Nottingham Forest Pecat Sean Dyche, Gelombang PHK Pelatih Terus Melanda Liga Inggris

MURIANETWORK.COM - Gelombang pemecatan pelatih terus melanda Liga Inggris musim ini. Nottingham Forest menjadi klub terbaru yang mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Sean Dyche dari posisi pelatih kepala, Senin (19/2/2024). Keputusan ini diambil menyusul serangkaian hasil yang tidak memuaskan, termasuk imbang di kandang melawan Wolverhampton Wanderers yang membuat Forest hanya bercokol tiga poin di atas zona merah degradasi.

Perjalanan Singkat Dyche di City Ground

Dyche sebenarnya baru menempati kursi panas di City Ground kurang dari empat bulan lalu, menggantikan Steve Cooper yang juga dipecat. Kini, dengan kepergiannya, klub yang berbasis di Nottingham itu harus mencari sosok pelatih keempat mereka hanya dalam satu musim kompetisi. Situasi ini menggambarkan betapa tingginya tekanan dan ketidakstabilan di kancah persepakbolaan Inggris saat ini.

Klub secara resmi mengumumkan keputusan tersebut melalui sebuah pernyataan singkat.

"Nottingham Forest Football Club dapat mengonfirmasi bahwa Sean Dyche telah diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih kepala," demikian bunyi pernyataan klub. "Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Sean dan stafnya atas upaya mereka selama berada di klub dan kami berharap mereka sukses di masa depan," tambah pernyataan itu.

Musim Penuh Gejolak di Liga Premier

Pemecatan Dyche bukanlah insiden yang terisolasi. Ia adalah nama kedelapan yang tersingkir dari kursi kepelatihan di Liga Premier musim 2023/2024 ini, belum termasuk satu pelatih lainnya yang mengundurkan diri berdasarkan kesepakatan. Tren ini menunjukkan iklim yang semakin tidak sabar di antara manajemen klub, di mana target jangka pendek sering kali mengalahkan proses pembangunan jangka panjang.

Sehari sebelum pengumuman dari Forest, Tottenham Hotspur juga telah mengambil langkah serupa dengan memecat Thomas Frank. Gelombang perubahan di ruang kepelatihan ini seolah menjadi ciri khas musim yang kompetitif dan penuh tekanan, di mana margin antara kesuksesan dan kegagalan terasa sangat tipis.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar