MURIANETWORK.COM - Oxford United kembali terpuruk usai dikalahkan Norwich City dengan skor telak 0-3 dalam lanjutan Liga 2 Inggris, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB. Bermain di kandang sendiri, Kassam Stadium, The Ox tak berkutik menghadapi serangan lawan yang mencetak tiga gol melalui Mohamed Toure. Kekalahan ini semakin memperburuk posisi Oxford di papan bawah klasemen.
Dominasi Norwich Sejak Dini Hingga Akhir Laga
Norwich City langsung menunjukkan niat serius sejak bola digulirkan. Hanya dalam hitungan detik, Mohamed Toure sudah berhasil membobol gawang Oxford United. Tekanan berlanjut dan Toure kembali menemukan celah di menit ke-19, menggandakan keunggulan tamu. Setelah jeda, pemain yang sama menyempurnakan penampilan spektakulernya dengan gol ketiga pada menit ke-47, sekaligus mencatatkan hattrick.
Di sisi lain, Oxford United tampak kesulitan membangun ritme permainan. Serangan demi serangan yang dilancarkan Norwich membuat lini pertahanan dan tengah mereka kewalahan. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tim tuan rumah tak mampu membalas satu pun gol yang mereka kebobolan.
Tekanan di Zona Degradasi Semakin Membesar
Hasil minor ini memperpanjang catatan buruk Oxford United, yang kini sudah empat laga beruntun tanpa kemenangan. Posisi mereka di klasemen pun semakin terperosok. Dengan hanya mengumpulkan 28 poin dari 32 pertandingan, The Ox terperangkap di dasar klasemen, tepatnya di posisi ke-23.
Kondisi tersebut tentu menambah beban psikologis bagi skuat dan pelatih. Setiap pertandingan sisa musim ini menjadi sangat krusial untuk mengubah tren negatif dan berusaha keluar dari jerat degradasi.
Analisis Singkat Penampilan Ole Romeny
Masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-71, Ole Romeny mendapat waktu terbatas untuk mengubah keadaan. Penyerang Timnas Indonesia itu menggantikan Mark Harris di lini depan, namun kesulitan memberikan dampak yang signifikan dalam situasi tim yang sudah tertinggal jauh.
Statistik pertandingan menunjukkan tantangan yang dihadapi Romeny. Dia hanya melepaskan satu tembakan dan memberikan satu umpan silang. Akurasi operannya tercatat 71 persen, dengan lima umpan akurat dari tujuh percobaan. Dalam penguasaan bola, dia kehilangan penguasaan sebanyak empat kali dan tidak memenangkan satu pun dari dua duel udara yang diikutinya.
Platform statistik Sofascore memberikan nilai 6,3 untuk performanya dalam laga tersebut. Angka itu merefleksikan kesulitan seorang penyerang untuk berkontribusi optimal ketika masuk di tengah situasi permainan yang sudah sangat sulit bagi timnya.
Peluang Perbaikan di Piala FA
Oxford United tidak punya waktu lama untuk meratapi kekalahan. Tantangan berikutnya sudah menanti, yakni pertandingan babak keempat Piala FA melawan Sunderland pada Minggu (15/2/2026). Laga di kompetisi berbeda ini bisa menjadi momentum yang tepat bagi Ole Romeny dan rekan-rekannya untuk membangkitkan kepercayaan diri dan mencari formula terbaik sebelum kembali berjuang di Liga 2.
Artikel Terkait
Persib Andalkan Sergio Castel untuk Hadapi Ratchaburi di Panggung Asia
FFI Resmikan Bus Baru untuk Dukung Kenyamanan dan Mobilitas Timnas Futsal
PSM Hadapi Dewa United: Nilai Pasar Tertinggi di Tangan Tamu, Debut Lagator Dinanti
Conte Kecam Kinerja Wasit dan VAR Usai Napoli Tersingkir dari Coppa Italia