MURIANETWORK.COM - Sabina Altynbekova, atlet voli Kazakhstan yang namanya melambung berkat bakat dan dedikasinya, membuka kisah perjalanan hidup di balik kesuksesan karier dan finansialnya. Di usia 29 tahun, pevoli yang pernah viral karena parasnya itu menegaskan bahwa pencapaiannya saat ini adalah hasil dari pilihan-pilihan berat dan disiplin ekstrem yang ia jalani sejak remaja, jauh sebelum namanya dikenal luas.
Pilihan Berat di Usia 16 Tahun: Mengorbankan Masa Muda untuk Masa Depan
Transformasi hidup Sabina berawal dari keputusan berani yang ia ambil di usia 16 tahun. Ketika kebanyakan remaja seusianya menikmati masa sekolah dengan bersosialisasi, ia justru memilih meninggalkan rumah orangtuanya untuk tinggal di asrama olahraga. Kehidupan di asrama saat itu jauh dari gambaran nyaman. Sabina menggambarkan rutinitasnya yang serba sederhana, mulai dari mencuci pakaian dengan tangan hingga harus meminjam laptop rekan hanya untuk sekadar menonton film.
“Saya menghabiskan seluruh waktu saya di sekolah atau di tempat gym. Sementara teman-teman saya berjalan-jalan dan bersenang-senang, saya bekerja tanpa lelah,” tuturnya, seperti dilansir dari media Kazakhstan, Zakon, pada Rabu (11 Februari 2026).
Ia menambahkan, “Apakah saya ingin bersenang-senang dengan cara yang sama? Tidak. Bagi saya, makan dan menonton film di asrama sudah cukup. Sementara teman-teman sekamar saya pergi ke rumah keluarga untuk beristirahat, menghabiskan waktu dalam kenyamanan rumah, saya menciptakan kenyamanan sendiri, tanpa mengeluh tentang keadaan.”
Komitmennya terhadap latihan dan pendidikan begitu tinggi, hingga ia baru benar-benar mengenal sisi hiburan kota Almaty, termasuk kehidupan malamnya, setelah menikah di usia 24 tahun. Pilihan untuk 'melewatkan' momen masa muda itulah yang menjadi fondasi kokoh bagi langkahnya selanjutnya.
Buah Kesabaran: Kesuksesan Finansial dan Tanggung Jawab Keluarga
Pengorbanan dan kerja keras bertahun-tahun itu akhirnya membuahkan hasil yang nyata dan relatif cepat. Sabina merinci pencapaian finansialnya yang cukup mencengangkan untuk seorang atlet muda. Pada usia 19 tahun, ia sudah mampu membeli mobil baru langsung dari dealer. Hanya berselang setahun, di usia 20 tahun, ia berhasil memiliki properti pertamanya di Almaty.
Kini, di usianya yang hampir 30 tahun, kesuksesan itu tidak hanya ia nikmati sendiri. Sabina telah menjadi tulang punggung yang menyokong kesejahteraan orangtua dan saudara-saudaranya. Ia juga aktif mengalokasikan penghasilannya untuk berinvestasi dalam berbagai proyek baru dan pengembangan diri, menunjukkan perencanaan keuangan yang matang.
Pesan untuk Generasi Muda: Fokus, Disiplin, dan Syukur
Berdasarkan pengalaman panjangnya, Sabina memberikan pesan yang tegas dan inspiratif untuk generasi muda yang ingin sukses. Pesannya berpusat pada kebiasaan positif dan manajemen waktu yang ketat.
"Belajarlah, terapkan gaya hidup sehat, jangan buang waktu, dan selalu bersyukur. Jika energi diarahkan dengan benar, semuanya akan berhasil,” jelasnya.
Karier profesional Sabina saat ini terus berlanjut di Liga Voli Kazakhstan bersama tim Astana. Penggemar voli Indonesia mungkin masih mengingat penampilannya saat membela Yogya Falcons dalam Proliga 2024. Meski perjalanan timnya kala itu tidak berlanjut hingga babak final four, kehadirannya telah meninggalkan kesan tersendiri bagi para penggemar olahraga voli di Tanah Air.
Artikel Terkait
Chelsea dan MU Tersendat, Perburuan Empat Besar Premier League Makin Sengit
Como 1907 Tembus Semifinal Coppa Italia Usai Singkirkan Napoli Lewat Drama Adu Penalti
Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Ungkap Perpisahan Penuh Emosi di Media Sosial
FPF Siapkan Jose Mourinho Sebagai Pengganti Martinez di Timnas Portugal