MURIANETWORK.COM - Manchester United akan menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford pada Sabtu malam, menandai pertemuan pertama kedua tim di Liga Premier musim ini. Laga pekan ke-25 ini menjadi ajang bagi Setan Merah untuk menguji momentum positif mereka di bawah kendali sementara Michael Carrick, sementara Spurs berusaha menghentikan tren buruk mereka. Pertandingan ini diwarnai oleh catatan historis yang kurang baik bagi MU serta absennya sejumlah pemain kunci dari kedua kubu.
Momentum Positif Carrick dan Kewaspadaan yang Terjaga
Suasana di kubu Manchester United terasa berbeda sejak Michael Carrick mengambil alih. Skuad itu berhasil meraih tiga kemenangan beruntun melawan lawan-lawan berat, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi tujuh pertandingan. Posisi keempat klasemen, yang mengungguli Chelsea dan Liverpool, semakin memompa kepercayaan diri. Meski demikian, atmosfer optimisme itu tidak lantas membuat mereka lengah.
Carrick sendiri memilih bersikap realistis. Ia menekankan bahwa tantangan sesungguhnya masih menanti di depan.
"Para pemain telah bekerja dengan baik minggu ini, mereka tetap berpijak pada kenyataan dan tidak terbawa suasana. Tantangan besar menanti," tegasnya.
Kemenangan di akhir pekan ini bukan sekadar tiga poin. Secara psikologis, ini akan menjadi kemenangan keempat beruntun pertama mereka dalam setahun terakhir, sekaligus melampaui total poin musim lalu dengan sisa pertandingan yang masih panjang.
Catatan Buruk dan Tantangan dari Spurs
Di balik kepercayaan diri itu, ada bayangan statistik yang mengganjal. Manchester United ternyata gagal menang dalam enam pertemuan terakhir melawan Tottenham di kompetisi liga. Rekor tiga seri dan tiga kekalahan itu menjadi pengingat bahwa Spurs selalu menjadi lawan yang sulit, terlepas dari kondisi mereka.
Memang, performa Tottenham belakangan ini jauh dari stabil. Mereka sedang terjerat dalam tren enam laga tanpa kemenangan, yang membuat mereka terperosok di papan tengah klasemen. Namun, tim asuhan Thomas Frank justru kerap tampil lebih berbahaya saat bermain di kandang lawan. Catatan poin tandang mereka musim ini termasuk salah satu yang terbaik, hanya kalah dari dua tim papan atas.
Frank mengakui transformasi yang terjadi di Manchester United, namun ia datang dengan persiapan.
"Ya, saya pikir dia telah memulai dengan sangat baik. Tampaknya ada sedikit energi baru yang disuntikkan ke dalam tim. Saya pikir beberapa pemain terlihat dalam kondisi yang baik," ujarnya.
Pelatih asal Denmark itu secara khusus menyoroti peran kapten United, Bruno Fernandes, sebagai penggerak utama tim.
"Dia (Fernandes) membuat tim ini berjalan dengan baik. Dia telah melakukan itu selama, saya tidak tahu, empat atau lima tahun terakhir. Itu luar biasa. Itu adalah ancaman, itu adalah tantangan, tetapi kami menantikannya," tandasnya.
Kondisi Pemain dan Kemungkinan Susunan Pemain
Kedua tim menghadapi kendala cedera yang memengaruhi pilihan taktis. Manchester United masih harus kehilangan Patrick Dorgu dan Matthijs de Ligt, meski Mason Mount telah kembali berlatih. Carrick diperkirakan akan mempertahankan inti tim yang berjalan dengan baik, meski ada pertimbangan untuk menyertakan Benjamin Sesko.
Situasi di kubu Tottenham jauh lebih pelik. Daftar pemain yang absen cukup panjang, termasuk nama-nama penting seperti James Maddison, Dejan Kulusevski, dan Pedro Porro. Dominik Solanke dan Cristian Romero masih dalam pemantauan ketat untuk menentukan kebugaran mereka menghadapi laga.
Dengan kondisi tersebut, susunan pemain diperkirakan tidak akan jauh dari formasi andalan kedua pelatih. Manchester United diprediksi tetap mengandalkan Bruno Fernandes sebagai otak serangan di belakang Bryan Mbeumo. Sementara Spurs akan mengandalkan soliditas lini belakang dan serangan balik cepat, dengan Son Heung-min dan timnya berusaha memanfaatkan setiap celah.
Artikel Terkait
Mantan Presiden Barcelona Gaspart Bantah Keras Tuduhan Pembelian Wasit di Sidang
Enzo Fernandez Tegaskan Komitmen di Chelsea, Bantah Rumor ke Real Madrid
PSM Makassar Pastikan Boboev dan Lagator Terekrut Jelang Tutup Bursa Transfer
Guardiola Tegaskan Komitmen Bicara Isu Global Meski Ditegur