Thomas Frank Tegaskan Romero Masih Kapten, Tapi Masa Depan di Tottenham Belum Jelas

- Jumat, 06 Februari 2026 | 12:00 WIB
Thomas Frank Tegaskan Romero Masih Kapten, Tapi Masa Depan di Tottenham Belum Jelas
Thomas Frank Tegaskan Romero Masih Kapten Tottenham, Masa Depan Belum Jelas

MURIANETWORK.COM - Pelatih Tottenham Hotspur, Thomas Frank, menegaskan Cristian Romero masih menjadi kapten tim meski masa depan bek tengah Argentina itu di klub mulai dipertanyakan. Pernyataan ini disampaikan Frank sebagai respons atas unggahan kontroversial Romero di media sosial, yang menyoroti krisis cedera parah yang melanda skuad Spurs. Frank dengan hati-hati menghindari memberikan jaminan bahwa Romero akan bertahan musim depan, meski pemain berusia 27 tahun itu baru saja memperpanjang kontraknya pada Agustus lalu.

Komentar Media Sosial Picu Tanda Tanya

Gelombang pertanyaan muncul setelah Romero, untuk kedua kalinya pada tahun 2026, menyuarakan kekecewaan melalui Instagram. Usai terpaksa absen karena sakit dalam laga imbang 2-2 melawan Manchester City, ia menyebut situasi di mana rekan-rekannya hanya memiliki 11 pemain yang tersedia sebagai hal yang "memalukan". Unggahan ini bukan yang pertama kalinya; sebelumnya di Januari, Romero juga mengkritik kurangnya komunikasi dari pihak internal klub. Meski makna postingannya terbuka untuk interpretasi, aksinya menarik perhatian luas, termasuk dari rekan setim seperti Xavi Simons, Conor Gallagher, dan Dominic Solanke yang menyukai unggahan tersebut.

Frank, dalam konferensi persnya, berusaha meredam narasi bahwa ada pemberontakan dalam skuad. "Semuanya tergantung konteks. Saat ini kami mengalami beberapa cedera. Tentu saja cedera tidak membantu, tetapi itu bagian dari sepak bola," tegasnya, mencoba menempatkan masalah dalam perspektif yang lebih luas.

Masa Depan Romero di Tottenham Masih Samar

Pertanyaan paling krusial justru muncul ketika Frank ditanya tentang kepastian Romero musim depan. Pelatih asal Denmark itu terlihat enggan memberikan kepastian, sebuah sikap yang justru semakin mengundang spekulasi. Ia juga tidak mengonfirmasi apakah Romero dikenai sanksi disipliner atau denda atas unggahannya.

Ditanya apakah ia mengharapkan Romero bertahan, Frank menjawab dengan lugas, "Itu pertanyaan yang sama sekali tidak saya ketahui."

Namun, ia tetap mengakui status kontrak pemain itu. "Saat ini dia adalah kapten, dia memiliki kontrak jangka panjang dan kami telah menandatangani kontrak baru dengannya," lanjutnya, menegaskan posisi saat ini tanpa berkomitmen untuk masa depan.

Frank Bantah Ada Krisis Pemberontakan

Menanggapi anggapan bahwa unggahan Romero adalah cermin ketidakpuasan seluruh skuad, Frank dengan tegas membantah. Ia menekankan bahwa yang berbicara hanyalah satu individu, dan tidak ada indikasi bahwa itu mewakili suara kolektif.

"Saya pikir itu hanya satu orang yang berbicara. Kita tidak tahu apakah dia berbicara atas nama semua pemain. Itu persepsi Anda, jadi kita tidak tahu itu," ujarnya, memisahkan antara pendapat pribadi seorang pemain dengan sentimen kelompok.

"Kedua, kita tidak tahu apakah itu yang dia pikirkan. Kita bisa membaca dari sebuah teks. Saya pikir kami memiliki tim dan skuad yang mampu bersaing, tetapi tentu saja kami mengalami beberapa cedera yang tidak membantu kami," tambah Frank, merujuk pada sembilan pemain yang sedang mengalami cedera.

Klub Dianggap Sudah Berinvestasi

Di tengah kritik mengenai kurangnya pergerakan di bursa transfer, Frank membela manajemen klub. Ia menyoroti sejumlah perekrutan penting yang dilakukan Tottenham, baik di musim panas maupun musim dingin, sebagai bukti ambisi.

"Pada musim panas kami melakukan dua perekrutan bagus, yaitu Xavi Simons dan Mohammed Kudus, serta peminjaman yang bagus, João Palhinha, jadi bukan berarti kami tidak ingin meminjamkan pemain untuk memperkuat skuad. Perekrutan Conor Gallagher adalah perekrutan besar. Saya tahu klub ini sangat ambisius," jelasnya.

Batasan yang Harus Dijaga

Frank mengakui bahwa dalam lingkungan kerja yang tinggi, perasaan ketidakbahagiaan bisa saja muncul. Namun, ia menekankan pentingnya profesionalisme dan mengetahui batasan. Pernyataan ini seolah menjadi pesan halus bagi semua pemain, termasuk Romero.

"Saya pikir jika Anda menggeneralisasi, selama semua orang melakukan pekerjaannya, maka itu cukup adil," akunya.

"Saya cukup yakin ada juga beberapa pemain yang tidak berpikir saya adalah orang terbaik atau apa pun itu, tetapi selama mereka bekerja keras dan melakukan semua yang mereka bisa di lapangan, maka saya senang," ujarnya lebih lanjut.

Namun, Frank menegaskan ada garis yang tak boleh dilewati. "Selalu ada batasan yang tidak boleh dilanggar atau tidak boleh dilanggar terlalu sering. Saya tidak berbicara tentang unggahan media sosial. Tidak peduli siapa Anda, pekerjaan apa yang Anda lakukan, kita semua tahu kapan kita telah melangkah terlalu jauh dan itu menjadi masalah," tandasnya, menutup pembahasan dengan nada tegas namun berprinsip.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar