Timnas Futsal Indonesia Ukir Sejarah, Lolos ke Final Piala Asia 2026

- Jumat, 06 Februari 2026 | 09:00 WIB
Timnas Futsal Indonesia Ukir Sejarah, Lolos ke Final Piala Asia 2026

MURIANETWORK.COM - Timnas Futsal Indonesia berhasil menembus final Piala Asia Futsal 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah mengalahkan Jepang dengan skor 5-3 pada semifinal yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam. Prestasi bersejarah ini kembali mengangkat nama pelatih Hector Souto, meski sang arsitek sendiri dengan tegas menolak label sebagai satu-satunya pencetak sejarah di balik kesuksesan tersebut.

Kemenangan Dramatis yang Ukir Sejarah

Laga semifinal melawan Jepang berlangsung penuh ketegangan dan drama. Di hadapan pendukungnya sendiri, skuad Garuda Futsal tampil percaya diri dan berhasil meraih kemenangan tipis 5-3. Hasil monumental ini bukan hanya sekadar tiket ke partai puncak, tetapi juga mematahkan dominasi tim-tim besar Asia. Pencapaian ini menjadi puncak dari perjalanan panjang tim nasional yang sebelumnya telah meraih gelar juara Piala AFF 2025 dan medali emas SEA Games 2025 di bawah asuhan Souto.

Souto Menolak Label "Pembuat Sejarah"

Meski menjadi sosok sentral di balik transformasi tim, Hector Souto merasa tidak nyaman dengan julukan "pencetak sejarah" yang kerap disematkan padanya. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah kerja kolektif seluruh elemen, bukan hasil kerja satu individu.

"Saya tidak menciptakan sejarah. Saya bukan pembuat sejarah. Tim saya-lah yang menciptakan sejarah. Ini bukan soal satu orang, tetapi semua pihak," tegas Souto.

Dia melanjutkan dengan nada yang sama, "Saya mulai agak lelah dengan istilah 'pembuat sejarah' yang selalu dikaitkan dengan Hector Souto. Ini kerja semua orang. Bukan hanya pemain yang ada di sini."

Fondasi Dibangun dari Generasi ke Generasi

Souto kemudian menguraikan bahwa fondasi tim saat ini dibangun dari kontribusi banyak pemain lintas generasi. Dia secara spesifik menyebut jasa-jasa pemain seperti Evan Soumilena, Muhammad Syaifullah, Andarias Kareth, Guntur Sulistyo, Dipo Arrahman, Imam Anshori, hingga Muhammad Albagir. Menurutnya, proses panjang dan kerja keras merekalah yang kini mulai membuahkan hasil di tingkat Asia.

Lebih dari itu, dia juga menekankan peran krusial federasi, staf kepelatihan, ofisial, dan seluruh pihak pendukung di belakang layar. Sinergi inilah, tutur Souto, yang menjadi kunci kemajuan futsal Indonesia.

"Ini adalah keberhasilan dari banyak orang yang bekerja bersama. Tentu kami sangat bangga dengan apa yang kami lakukan. Kami berusaha mendorong batas futsal Indonesia ke standar internasional," ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar para pendukung tetap realistis, "Saya pikir sekarang kami sedang melakukannya. Namun, para penggemar juga harus memahami kami tetap sama, baik saat menang maupun kalah. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik. Kadang berhasil, kadang tidak."

Menantang Sang Juara Bertahan

Perjalanan bersejarah Timnas Futsal Indonesia belum berakhir. Tantangan terberat justru menanti di partai puncak. Mereka akan berhadapan dengan Iran, raja sekaligus tim tersukses sepanjang sejarah Piala Asia Futsal. Final yang dijadwalkan pada Sabtu (7/2/2026) di Indonesia Arena tersebut dipastikan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan kualitas tim Garuda. Apapun hasilnya, langkah menuju final ini telah menjadi capaian monumental yang patut diapresiasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar