Setelah Cumic, sekarang Boboev. Ini sinyal kuat bahwa PSM tak mau berpangku tangan meski keadaan sulit. Mereka terdesak, dan waktu memang tak berpihak. Kekalahan 0-2 dari Persijap Jepara, yang sendiri tampil dengan wajah baru, jadi alarm keras. Pesannya jelas: menunggu sama saja bunuh diri.
Jadi, meski proses registrasi Boboev pasti akan rumit, PSM diyakini sudah menyiapkan skenario administratif. Nilai pasarnya sekitar Rp4,35 miliar, angka yang masih masuk akal untuk situasi keuangan klub. Langkah ini mempertegas sikap: ini soal bertahan hidup.
Profil singkatnya? Sheriddin Boboev, lahir di Dushanbe, 21 April 1999. Usianya 26 tahun, posisi penyerang tengah. Untuk timnas, 26 caps, 3 gol.
Pada akhirnya, PSM memilih untuk bergerak. Dengan mendatangkan Lagator, Cumic, dan kini Boboev, mereka seperti mengirim pesan ke seluruh liga. Mereka tidak sedang membangun kenyamanan. Mereka sedang berperang. Melawan krisis, melawan waktu, dan melawan ancaman degradasi yang kian nyata.
Dan Sheriddin Boboev, hari ini, resmi menjadi prajurit baru di medan perang itu.
Artikel Terkait
Persib Bandung Gigih Taklukkan Persis Solo di Stadion Manahan
Herdman Berburu Emat Bintang Eropa untuk Perkuat Garuda
Persib Berburu Striker Naturalisasi, Dua Nama Ini Paling Berpeluang
Sheriddin Boboev, Sinyal Perlawanan PSM di Tengah Badai