PADANG – Mode serius benar-benar ditunjukkan manajemen Semen Padang FC. Targetnya jelas: keluar dari zona merah klasemen BRI Super League 2025/2026 secepat mungkin.
Setelah membersihkan skuad lama, Kabau Sirah kini mengalihkan pandangan. Mereka mulai melirik bintang-bintang dari tim rival. Dua pilar penting, dari Malut United dan Bhayangkara FC, jadi bidikan utama.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Ini semua menyusul instruksi langsung dari penasihat tim, Andre Rosiade. Rasa kecewanya meluap usai kekalahan tim dari Persis Solo, dan dia tak mau lagi menunggu.
Manajemen sudah bergerak cepat. Tujuh pemain baru telah didatangkan, enam di antaranya adalah legiun asing. Sekarang, perburuan beralih ke talenta lokal papan atas, yang biasa disebut "Grade A".
Dari Malut United, dua nama besar santer beredar: Frets Butuan dan Abduh Lestaluhu. Kabarnya, mereka sudah mencapai kesepakatan untuk hijrah ke Padang.
Peluang bermain yang minim di klub lamanya jadi celah sempurna bagi Semen Padang. Mereka bisa menawarkan posisi utama, sesuatu yang sulit ditolak pemain yang haus menit bermain.
Seperti diungkapkan akun pemerhati Semen Padang, @424_spfc:
"Frets Butuan dan Abduh Lestaluhu dikabarkan menjadi amunisi baru bagi skuad Kabau Sirah di putaran kedua."
Tak Hanya dari Malut, Bhayangkara Juga Jadi Sasaran
Selain membidik Malut United, manajemen juga mengincar pemain Bhayangkara FC. Nama Firza Andika, eks PSM Makassar, masuk dalam radar. Tapi, negosiasi diprediksi bakal alot. Perannya di The Guardian terbilang vital, jadi mereka pasti enggan melepas.
Namun, ada kabar baik dari front lain. Perburuan Kasim Botan, bekas pemain PSIM Yogyakarta, berjalan mulus. Pemain ini dikabarkan telah sepakat bergabung dengan status bebas transfer. Kehadirannya diharapkan bisa jadi ledakan baru di sektor sayap serangan.
Keputusan Berani: Lepas Cornelius Stewart
Di tengah kedatangan pemain baru, ada keputusan mengejutkan. Striker asing Cornelius Stewart dilepas. Dia dianggap gagal memberi kontribusi maksimal, terutama setelah insiden kegagalan eksekusi penalti krusial yang masih diingat banyak pihak.
Dan rupanya, Stewart tak lama menganggur. Hampir bersamaan dengan kepulangannya dari Padang, Barito Putera langsung meminangnya.
Semua Demi Satu Kata: Bertahan
Manuver di jendela transfer Januari 2026 ini punya pesan strategis yang kuat. Kemarahan Andre Rosiade adalah penyulutnya. Dia bahkan sampai menyiapkan dana pribadi untuk memutus kontrak beberapa pemain. Itu menunjukkan betapa gentingnya situasi.
Tekanan untuk bertahan di Super League sudah memuncak. Ini bukan lagi sekadar perbaikan taktik ringan, melainkan perombakan mentalitas tim secara keseluruhan.
Dari nama-nama yang diincar, terlihat masalah utama Semen Padang di putaran pertama: lemahnya transisi dan suplai bola dari sektor fullback dan winger. Mereka butuh pemain cepat yang punya mental tangguh untuk menghadapi laga-laga panas di zona degradasi.
Mendatangkan enam pemain asing baru dan memecat yang lama adalah sebuah judi besar. Tantangan terbesarnya? Adaptasi. Waktu mereka sangat terbatas.
Di tengah kompetisi yang terus berjalan, para pendatang baru ini hampir tak punya waktu untuk menyelami filosofi pelatih Dejan Antonic. Mereka harus langsung berkontribusi.
Ujian pertama akan datang segera. Semen Padang dijamu PSM Makassar di Gelora BJ Habibie, Senin (2/2/2026) nanti. Pertanyaannya, mampukah perombakan besar-besaran ini langsung membuahkan hasil melawan Juku Eja di kandang mereka? Kita lihat saja.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares