SURABAYA Persija Jakarta memang sedang jadi buah bibir. Rekrutan Shayne Pattynama, bek Timnas Indonesia, sukses menyedot perhatian. Tapi, kalau kita bicara soal kesiapan jelang putaran kedua Super League 2025/2026, ada tim lain yang justru terlihat lebih siap tempur: Persebaya Surabaya.
Keyakinan itu bukan omong kosong. Playmaker andalan mereka, Francisco Rivera, dengan gamblang menyatakannya jelang laga pembuka melawan PSIM Yogyakarta.
“Kami sudah berlatih keras sepekan ini. Kami punya kepercayaan diri dan siap berjuang untuk membawa pulang tiga poin dari Yogyakarta,”
Ungkapan Rivera, yang disampaikan Jumat lalu, benar-benar menggambarkan mental tim. Mereka akan bertandang ke Bantul tanpa beban berlebih. Duel di Stadion Sultan Agung Minggu nanti bukan cuma sekadar pertandingan, melainkan panggung pertama untuk wajah baru Green Force.
Dan modal mereka cukup kuat. Coba lihat trennya: tiga kemenangan beruntun dalam lima laga terakhir. Performa itu menunjukkan konsistensi yang mulai terbangun di bawah asuhan Bernardo Tavares. Permainan mereka terlihat lebih solid, terutama saat bertahan, dan transisi menyerangnya kian efektif. Momentum di awal putaran kedua ini jelas sangat krusial. Mengamankan tiga poin tandang adalah target sekaligus pernyataan ambisi untuk bertengger di papan atas.
Namun begitu, PSIM Yogyakarta jelas bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Laskar Mataram juga punya kepercayaan diri usai menaklukkan Madura United di laga tandang sebelumnya. Meski performa musim ini naik-turun, kekuatan PSIM di kandang sendiri selalu merepotkan. Dukungan suporter di Stadion Sultan Agung pasti akan menciptakan tekanan luar biasa bagi tim tamu.
Belum lagi memori pertemuan putaran pertama Agustus lalu, di mana PSIM sukses mencuri kemenangan 1-0 di markas Persebaya. Catatan pahit itu pasti jadi bahan bakar motivasi tersendiri bagi Rivera dan kawan-kawan untuk balas dendam.
Tapi kondisi kedua tim sekarang jauh berbeda. Persebaya datang dengan komposisi yang lebih segar dan agresif. Sementara PSIM justru dibayangi sejumlah masalah. Bek andalan mereka, Franco Ramos Mingo, dipastikan absen karena akumulasi kartu merah. Kehilangannya adalah pukulan telak, mengingat peran vitalnya di lini belakang dan statusnya sebagai pencetak gol kemenangan di laga terakhir.
Masalah bertambah dengan cedera yang dialami Anton Fase dan Donny Warmerdam. Kedalaman skuad tuan rumah pun menipis, memaksa pelatih Jean Paul Van Gastel berpikir ekstra keras untuk meramu strategi yang disiplin.
Di sisi lain, Persebaya memasuki babak baru ini dengan wajah yang diperbarui. Tiga pemain asal Brasil Bruno Paraíba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes siap memberi warna. Kreativitas di lini tengah juga diharapkan meningkat dengan kehadiran Pedro Matos. Tavares tentu berharap adaptasi mereka berjalan cepat, agar ritme permainan tetap terjaga. Meski kehilangan beberapa pemain lama, optimisme tetap terpelihara.
Rivera, sekali lagi, akan menjadi motor penggerak. Duel di lini tengah diprediksi menjadi kunci pertarungan taktik antara Van Gastel dan Tavares.
Sementara sorotan media mungkin masih tertuju pada Persija dan efek Pattynama, situasinya berbeda. Macan Kemayoran masih dalam fase mengintegrasikan pemain barunya. Berbeda dengan Persebaya, yang dinilai lebih matang secara kolektif dan siap langsung "tancap gas".
Nah, ketika nanti peluit awal dibunyikan di Bantul, semua catatan dan analisis di atas akan diuji. Yang berbicara hanya keberanian, disiplin, dan seberapa efektif eksekusi di lapangan.
Bantul akan menjadi saksi: apakah optimisme Francisco Rivera dan Persebaya bisa diwujudkan menjadi tiga poin, atau PSIM kembali menyiapkan kejutan di rumah sendiri.
Artikel Terkait
Manchester United Kalahkan Brentford 2-1, Kokoh di Posisi Lima Besar Liga Inggris
PSG dan Bayern Munchen Bersiap Bentrok di Semifinal Liga Champions, Duel Tim Paling Produktif Musim Ini
PSG vs Bayern di Semifinal Liga Champions: Duel Tim Paling Produktif Musim Ini
Dewa United Dikabarkan Pindah Markas ke Sumatera Utara, Klub Lain Juga Incar Daerah Baru