Menurut Terry, dari luar saja sudah keliatan ada ketegangan antara manajer dan pemilik. Dan akhirnya, pilihan perpisahan yang diambil.
Yang bikin keputusan ini terasa aneh adalah momentumnya. Terry menyinggung laga bagus Chelsea melawan Barcelona tiga-empat minggu silam. “Itu sangat bagus,” katanya. Tapi hanya dalam sebulan, segalanya berubah. Performa tim ambruk.
Ia juga menyentuh soal pengalaman. “Skuad dan manajernya sendiri masih kurang berpengalaman. Ini pekerjaan penuh waktu pertamanya di liga utama,” ujar Terry. Maresca sendiri pernah mengaku masih belajar dan tak luput dari salah.
Tapi ya, Terry mengakui selalu ada dua sisi cerita. “Pasti ada hal-hal di balik layar yang tidak saya ketahui. Saya cuma dengar desas-desus, sama seperti orang lain,” tuturnya.
Meski kecewa, ia ingatkan bahwa musim ini belum berakhir. Masih ada Liga Champions, Liga Premier, dan Piala Carabao yang bisa diperjuangkan. “Jadi siapa pun yang datang nanti, punya banyak hal untuk diperjuangkan,” tegasnya.
Sementara itu, kabar yang beredar menyebut Chelsea tak akan pakai pelatih interim. Manajemen dikabarkan bakal cari pengganti permanen secepatnya. Nama Liam Rosenior, pelatih kepala Strasbourg, disebut-sebut masuk dalam daftar pendek. Perburuan sudah dimulai.
Artikel Terkait
LavAni Livin Tundukkan Garuda Jaya 3-0, Melangkah Mulus ke Grand Final Proliga
Tiwi/Fadia Tersingkir di Semifinal BAC 2026 Usai Dikalahkan Ganda Putri China
Pelatih Persija Bela Cyrus Margono Usai Debut Pahit: Jangan Dinilai dari Satu Laga
Souto Soroti Kesalahan Dasar Meski Timnas Futsal Lolos ke Final AFF