John Terry Buka Suara: Saya Terkejut dengan Pemecatan Maresca

- Jumat, 02 Januari 2026 | 10:15 WIB
John Terry Buka Suara: Saya Terkejut dengan Pemecatan Maresca

LONDON Kabar itu benar-benar bikin kaget. John Terry, legenda Chelsea, akhirnya buka suara soal pemecatan mengejutkan Enzo Maresca oleh klub. Mantan kapten The Blues itu mengaku tak menyangka keputusan bakal terjadi secepat ini.

Bayangkan, baru tiga minggu lalu Maresca diganjar gelar Manajer Terbaik Liga Inggris Bulan Ini. Tapi Kamis pagi tadi, Chelsea sudah mengumumkan perpisahan. Cepat sekali, bukan?

Di sisi lain, alasan klub sebenarnya tak terlalu mengejutkan. Performa tim belakangan ini memang turun drastis. Kabarnya, hubungan Maresca dengan petinggi klub juga mulai renggang. Dua hal itulah yang disebut-sebut jadi pemicu utama.

Chelsea sendiri lewat pernyataan resminya mengakui jasa-jasa pelatih asal Italia itu. Mereka menyoroti keberhasilannya membawa tim juara Liga Conference dan Piala Dunia Antarklub, plus finis keempat di Liga Premier musim lalu.

Namun begitu, pernyataan itu juga tak menutupi kenyataan pahit musim ini: Chelsea terpuruk di peringkat lima, tertinggal 15 poin dari puncak klasemen yang diduduki Arsenal.

"Dengan tujuan utama yang masih harus diperjuangkan di empat kompetisi, termasuk kualifikasi Liga Champions, Enzo dan Klub percaya bahwa perubahan akan memberi tim kesempatan terbaik," begitu kira-kira bunyi pernyataan klub. Agak diplomatis, sih.

Reaksi John Terry? Sangat spontan. Ia bilang teleponnya terus berdering pagi itu, banyak yang minta penjelasan. Akhirnya ia angkat bicara lewat TikTok.

“Enzo Maresca baru saja dipecat oleh Chelsea dan jujur saja saya sangat terkejut, saya tidak menyangka akan terjadi,” ujarnya.
“Saya tahu beberapa hal belakangan ini tidak sesuai keinginannya. Anda bisa melihat dan mendengar bahwa ada ketegangan."
“Saya menerima banyak panggilan telepon pagi ini… semua orang mengharapkan saya untuk mengetahui apa yang terjadi. Saya tidak tahu. Saya tidak terlibat dalam tim utama jadi saya tidak tahu.”

Menurut Terry, dari luar saja sudah keliatan ada ketegangan antara manajer dan pemilik. Dan akhirnya, pilihan perpisahan yang diambil.

Yang bikin keputusan ini terasa aneh adalah momentumnya. Terry menyinggung laga bagus Chelsea melawan Barcelona tiga-empat minggu silam. “Itu sangat bagus,” katanya. Tapi hanya dalam sebulan, segalanya berubah. Performa tim ambruk.

Ia juga menyentuh soal pengalaman. “Skuad dan manajernya sendiri masih kurang berpengalaman. Ini pekerjaan penuh waktu pertamanya di liga utama,” ujar Terry. Maresca sendiri pernah mengaku masih belajar dan tak luput dari salah.

Tapi ya, Terry mengakui selalu ada dua sisi cerita. “Pasti ada hal-hal di balik layar yang tidak saya ketahui. Saya cuma dengar desas-desus, sama seperti orang lain,” tuturnya.

Meski kecewa, ia ingatkan bahwa musim ini belum berakhir. Masih ada Liga Champions, Liga Premier, dan Piala Carabao yang bisa diperjuangkan. “Jadi siapa pun yang datang nanti, punya banyak hal untuk diperjuangkan,” tegasnya.

Sementara itu, kabar yang beredar menyebut Chelsea tak akan pakai pelatih interim. Manajemen dikabarkan bakal cari pengganti permanen secepatnya. Nama Liam Rosenior, pelatih kepala Strasbourg, disebut-sebut masuk dalam daftar pendek. Perburuan sudah dimulai.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar